Masjid ini Tolak Shalatkan Jenazah Pendukung Ahok

masjid pasang spanduk tolak shalatkan jenazah pendukung Ahok/ suara.com

JAKARTA – Kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok membuat Pengurus Dewan Keluarga Masjid (DKM) Masjid Al-Jihad, Kelurahan Karet, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Pusat menolak menshalatkan jenazah bagi para pendukung Ahok.

Spanduk dipasang di pintu masjid tersebut dengan bertuliskan “Masjid ini Tidak mensholatkan jenazah pendukung dan pembela penista agama”, dan kini tengah menjadi perbincangan di media sosial.

Sekretaris DKM Masjid Al-Jihad, Yayat Supriatno mengatakan pada Tempo, Jumat (24/2/2017) bahwa pihaknya memasang spanduk di depan masjid pada Selasa malam, 21 Februari lalu.

Setelah menjadi viral, pihaknya didatangi polisi dan petugas dari kelurahan. Kepolisian Sektor Setiabudi dan kelurahan setempat mendatangi masjid itu. Mereka meminta penjelasan dari pengurus masjid. “Intinya mereka (polisi) tidak mempersoalkan isi spanduk, tapi karena viral di media sosial,” kata Yayat.

Yayat pun menjelaskan bahwa tujuan mereka memasang spanduk tersebut hanya ingin mengingatkan tentang pentingnya menjaga syariat Islam. Karena di dalam Al-Quran disebutkan tentang larangan mensalati seorang yang munafik. Orang munafik yang disebut mereka adalah umat Islam yang memilih pemimpin non-Muslim, khususnya terdakwa penista agama seperti Gubernur Ahok.

Selain itu, Yayat juga mengaku mendapat tekanan dari masyarakat yang kontra. Bahkan ia mendengar isu, masjid mereka akan digeruduk massa dan akan dibakar. Namun pihaknya mengaku tak gentar.

Di antara yang kontra, Yayat mengatakan keputusan DKM juga mendapat dukungan dari sebagian warga setempat. Bahkan, menurut dia, banyak warga di luar kampungnya yang datang meminta spanduk yang sama. Menurut dia, sejauh ini sudah ada 8 masjid yang sepakat memberlakukan larangan itu.

Advertisement