Massa Pengunjuk Rasa Tolak Trump Mulai Anarkis

Demonstrasi Anti Trump
Unjuk Rasa Tolak Trump/Ist

Portland- Demontrasi menentang terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) masih terus berlangsung. Demonstrasi bahkan berubah agresif.
Di Portland, pada pedemo yang meneriakan suara kebencian terhadap Trump mengarahkan kemarahannya kepada pihak polisi. Mereka bahkan meluncurkan misil ke arah polisi.

Tetapi tidak dijelaskan bentuk misil yang digunakan. Belum diketahui apakah misil yang digunakan sama seperti milik militer atau berupa bom molotov.
Dilansir Guardians, Jumat (11/11) Polisi setempat memperkirakan sekitar 2.000 pedemo turun ke jalan meneriakkan “not my President” atau teriakan anti-Trump lainnya. Massa juga menulis slogan anti-Trump di sekitar Patung Elk di Portland.

Kekerasan ini sudah memasuki hari kedua, setelah Trump memenangkan pemilu presiden mengalahkan Hillary Clinton. Dalam hasil akhir penghitungan suara, Trump meraih suara elektoral 279 sementara Hillary mendapatkan 228.

Protes agresif tidak hanya terjadi di Portland. Wilayah lain yang diwarnai unjuk rasa ini termasuk di New York, Chicago, Austin, Boston, Philadelphia, Washington, San Francisco, Los Angeles dan Dallas.

Kepolisian Portland mengatakan bahwa pelaku kerusuhan mengancam pengunjuk rasa damai yang mencoba mencegah pada perusuh melakukan kerusakan. Namun massa yang ganas sudah menghancurkan kaca jendela dan melepaskan kembang api ke arah massa lain.

Advertisement