BIMA –Â Hingga menjelang maghrib atau matahari sudah mau tenggelam, warga korban banjir Bima masih terjebak di atas atap rumah akibat ketinggian air yang sudah meninggi.
Dilansir Republika.co.id, warga yang belum dievakuasi hingga menjelang Maghrib terjebak di atap-atap rumah. Warga yang sudah lebih dulu mengungsi bertahan di bukit atau di tempat yang lebih tinggi.
Ibrahim,, salah seorang warga Bima mengatakan ketinggan banjir hampir merata sejumlah tempat di Bima. Hujan deras membuat pengungsi juga tidak berani kembali ke rumah karena khawatir ketinggian air terus meninggi. Ibrahim yang tinggal di Gindi, Kota Bima, mengaku terpisah dari anggota keluarga yang kemungkinan mengungsi ke Gunung Gindi.
Kini, ia berharap ada bantuan berupa perahu dan bahan makanan. “Saat ini menjelang Maghrib, hari semakin gelap karena listrik masih mati,” kata Ibrahim, Jumat (23/12/2016).





