Awas! Covid-19 Naik Lagi

Pandemi Covid-19 belum usai sehingga kemungkinan lonjakan masih bisa terjadi akibat euforia dan pelonggaran PPKM serta munculnya varian virus baru. Tetap jaga prokes 3M, tingkatkan testing dan tracing serta perluas vaksinasi dan antisipasi varian baru. (ilustrasi Detik)

SAAT ini memang belum waktunya untuk bersikap euphoria, apalagi menganggap pandemi Covid-19 sudah berlalu, karena buktinya, di sejumlah daerah terjadi kenaikan penyebarannya lagi.

Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengingatkan tren kenaikan penyebaran Covid-19 terjadi di Jawa Barat, Gorontalo dan Maluku Utara, dalam pekan terakhir ini (sampai Kamis, 4/11) .

“Tren peningkatan kasus tampak di Jawa Barat hingga Maluku Utara, sedangkan pada pekan sebelumnya terjadi pula di enam provinsi yakni Bengkulu, Lampung, DIY, Banten, Sulawesi Barat dan Papua.

Untuk itu Wiku meminta masyarakat agar tidak lengah, tetap mematuhi prokes, berkaca pada sejumlah negara dengan cakupan vaksinasi tinggi yang kembali terjadi lonjakan kasus paparan Covid.

Capaian vaksinasi, menurut Wiku,  penting diperluas agar dapat mencapai perlindungan maksimal, namun itu saja tidak cukup, harus dibaregni dengan kepatuhan prokes 3M dan mengintensifkan testing dan pelacakan kontak erat.

Penanganan Covid-19, lanjutnya, juga harus konsisten saat kasus melonjak mau pun melandai, terlebih dalam menyongsong libur tutup tahun, perayaan Natal  dan tahun baru nanti.

Selain meningkatnya mobilitas masyarakat di sejumlah daerah akibat pelonggaran PPKM dalam upaya membangkitkan lagi perekonomian masyarakat, dimulainya lagi uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah-sekolah dicemaskan juga ikut memicu kembali penyebaran Covid-19.

Sementara antisipasi terhadap kemungkinan munculnya varian baru  corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19, menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kemenkes Siti Nadia Tarmizi juga perlu dilakukan.

Yang paling perlu diwaspadai adalah varian Delta Plus AY 4.2 (yang bermutasi dari varian B.1.17 asal Inggeris) yang mendominasi paparan Covid-19 di negeri tersebut, selain varian P.1. asal Brazil dan B1.351 asal Afrika Selatan.

Untuk itu penapisan bagi pendatang dari luar negeri perlu diperketat, mulai dari kewajiban membawa bukti negatf PCR maksimal 3 x 24 jam, sebelum dikarantina yakni tiga hari bagi pelaku perjalanan yang sudah divaksin lengkap dan lima hari bagi yang belum.

Menurut catatan, pada 4 Nov. angka harian paparan Covid naik 628 kasus menjadi 4.246.802 kasus, yang meninggal bertambah 19 orang menjadi 143.500 orang.

Secara nasional, angka pertambahan harian paparan Covid-19 sudah jauh turun dibandingkan dengan puncak gelombang kedua lalu yakni 57.757 kasus pada 15 Juli dan 2.069 kematian pada 27 Juli.

Terus patuhi prokes 3M, lanjutkan testing dan tracing, perluas vaksinasi dan amati terus pemunculan varian virus baru akibat mutasi.

 

 

 

 

Advertisement