KARAWANG – Perjalanan yang tidak mudah dilalui tim Dompet dhuafa dan para donatur untuk membagikan lampu gratis dalam program “Sedekah Cahaya: Sejuta Rumah Terang Dompet Dhuafa, di satu desa di Karawang, Jawa Barat.
Dibutuhkan waktu kurang lebih 30 – 40 menit dengan berjalan kaki ke Desa Tamanmekar, Kelurahan Pangkalan, Kabupaten Karawang. Bahkan menggunakan kendaran motor saja masih sulit, lantaran medan area yang kurang memungkinkan untuk dapat dengan mudah dilewati motor.
Dilaporkan Fajar, jalur ke desa tersebut tertutupi pohon-pohon rindang yang matahari saja sulit untuk masuk. Sehingga meski tidak hujan, jalan menuju sana masihlah banyak yang basah.
Ditambah dengan info tentang hewan liar yang masih banyak ditemukan, salah satunya babi hutan. Belum lagi jalur yang meninggi seperti di perbukitan menambah kesulitan tersendiri untuk ke sana. Namun dengan kehati-hatian dan kesabaran, tim Dompet Dhuafa sampai dengan selamat.
Desa Tamanmekar merupakan salah satu desa yang belum mendapatkan akses atau fasilitas penerangan baik dari pemerintah maupun non-pemerintah. Bertahun-tahun mereka menggunakan minyak tanah kemudian solar untuk penerangan. Dengan minimnya penerangan, menyebabkan masyarakat sulit beraktivitas kala malam hari.
“Sebelumnya pakai solar tapi kalau ketiup angin sedikit langsung mati. Jadi gelap deh. Kalau sudah gelap jadi susah. Kadang kalau mau masak suka jatuh pas malam-malam. Tapi setelah dikasih lampu, alhamdulillah senang hati kami. Kiita sangat berterima kasih untuk Dompet Dhuafa, para donatur dan relawan-relawan yang kesini,” ungkap Sarkem (65), nenek yang sudah tinggal selama 20 tahun di Tamanmekar.





