SURABAYA – Kementerian Sosial tengah menyiapkan program Layanan Bergerak Bantuan Sosial Non Tunai yang akan mulai diterapkan bulan Mei 2017.
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan program tersebut bertujuan agar pendistribusian bantuan sosial bisa dipercepat dan mempermudah penerima manfaat mencairkan bantuan nontunai tersebut.
Mensos menjelaskan, agen bank dan agen e-Warong (warung gotong royong) akan mendatangi penerima bansos dengan menggunakan sepeda motor. Para agen-agen ini akan berkeliling dengan membawa mesin EDC (Electronic Data Capture).
Nantinya di bagian belakang (motor) mereka ada kotak besar untuk menempatkan bahan pangan.
Untuk tahap awal, layanan ini menyasar keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dan BPNT. Tahun depan, layanan akan ditambah dengan bantuan elpiji dan subsidi listrik yang merupakan program dari Kementerian ESDM.
Sementara ini jumlah penerima BPNT di 2017 adalah sebanyak 1,2 juta keluarga di 44 kota. Jumlah ini akan meningkat menjadi 10 juta keluarga pada 2018. ” Untuk pencairan BPNT, kita telah siapkan e-Warong yang dikelola penerima manfaat KUBE dan PKH, agen bank milik Himbara dan Rumah Pangan Kita yang dikelola Bulog,” terangnya lagi.
Namun, kata Khofifah, jumlahnya belum mencukupi. “Sehingga harus mengambil langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan agen yang cukup besar. Diperkirakan kebutuhan layanan e-Warong mencapai 10.000 unit untuk 10 juta keluarga,” paparnya, dilansir merdeka.com, Jumat (21/4/2017).





