Menabung Selama Lima Tahun, Nenek Pemulung di Mataram Berkurban Sapi Tahun ini

Nenek Inaq berkurban sapi dari hasil menabung lima tahun atas botol bekas yang dia jual/ Antara

MATARAM –  Seorang pemulung di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Inaq Sahnun (60) mampu mengumpulkan uang dan berkurban sapi di tahun ini.

“Dalam seminggu saya bisa menjual botol bekas dan sampah plastik Rp10 ribu, kadang Rp20 ribu bahkan hingga Rp50 ribu,” katanya di Mataram, Selasa.

Inaq Sahnun menjual botol bekas yang didapatkannya itu kepada pengepul bernama Sainah, dengan harga satu karung Rp10.000 hingga Rp20.000.

“Alhamdulillah, dari hasil penjualan botol bekas itu sekarang sudah terkumpul Rp10 juta, untuk membeli sapi kurban,” katanya.

Menurut dia, uang senilai Rp10 juta itu tidak serta merta didapatkannya, namun dia telah mengumpulkan uang tersebut sejak lima tahun yang lalu dan dihajatkan untuk berkurban.

Inaq yang hidup sendiri, karena sampai saat ini dia belum pernah menikah, sudah tidak memiliki saudara, karena  dua saudaranya sudah meninggal dunia.

“Saya tidur dan makan di warung ini (warung makan pintu keluar Mataram Mall-red), menggunakan tikar yang diberikan oleh pemilik warung sekaligus menjaga warung ini,” ujarnya, kepada Antara

Setiap hari, Inaq Sahnun berkeliling di kawasan Cakranegara mencari dan memungut botol plastik bekas, kadang ada juga yang pemilik warung atau warga yang sudah sengaja mengumpulkan botol plastik untuk diberikan kepadanya.

“Saya keluar mencari botol plastik di jalanan dari pagi, kalau siang penuh dua kantong plastik saya taruh dan kumpulkan dulu di warung kemudian keliling lagi,” katanya.

 

Advertisement