PADANG-Puluhan Ribu anak dan remaja tiap harinya mengunduh konten beerbau porno
Data tersebut diungkap Asisten Deputi Perlindungan Anak Darurat dalam Situasi Bencana dan Pornografi, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Valentina Beru Ginting.
Kondisi tersebut, perlu mendapatkan perhatian serius karena eksploitasi seksual terhadap anak bermula dari penyalahgunaan media sosial.
Valentina Beru Ginting menyebutkan, penggunaan internet atau media sosial merupakan awal dari eskploitasi seksual terhadap anak.
“Sejak awal anak harus diberi pemahaman terhadap sisi negatif dari penggunaan media sosial dan internet serta dampak penyalahgunaan media sosial,”katanya di Padang seperti dilansir JPNN, Jumat (9/2).
Dikatakan, saat ini banyak anak belum memahami dampak dari penggunaan media sosial. Misalnya, menyebarkan foto atau video tertentu yang mereka miliki.
Tanpa disadari, kalau foto atau video yang diunggah itu memiliki konten pornografi.
Hal itu kerap memancing datangnya pelaku kejahatan seksual.
Saat melihat foto dan video yang diunggah, pelaku kejahatan seksual akan mendekati si anak dan melakukan pertemanan. Setelah itu, pelaku kejahatan, melancarkan niat jahatnya kepada anak,” ujarnya.
Valentina mengatakan, untuk mencegah tindak kejahatan terutama kejahatan seksual yang terjadi terhadap anak, kementeriannya gencar kampanye Bersama Lindungi Anak (Berlian) pada beberapa daerah di Indonesia termasuk di Sumbar.
“Di Bukittinggi sudah kita selenggarakan, hari ini di Padang. Berikutnya, akan dilanjutkan di beberapa daerah lainnya di luar Sumbar,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan, anak-anak secara kognitif memang belum matang, terutama dalam sikap mental. Banyak anak belum mampu membedakan salah dan benar secara tegas. “Peran orangtua sangat dibutuhkan dalam hal ini,” ujar Irwan.
Dia mengatakan, internet tidak hanya memiliki sisi negatif, tapi juga sisi positif. Tergantung bagaimana penggunaannya.
“Anak bisa belajar banyak melalui internet. Karena itu, intinya adalah pengawasan orangtua dan pemahaman penggunaan internet,” ujarnya.
Kampanye Berlian sebagai salah satu bentuk gerakan global he for she yang memiliki manfaat sangat besar. Program yang dicanangkan 1 Januari 2016 itu, memiliki 17 indikator.





