Mengapa Banjir Di Korea Utara Begitu Besar Hingga Menghancurkan 35 Ribu Bangunan?

Ilustrasi banjir di Korea/ foto BBC Indonesia

JAKARTA – Banjir yang menerjang wilayah timur laut Korea Utara pada minggu lalu (11/9) mengakibatkan sedikitnya 133 orang tewas dan 395 orang lainnya hilang.

Menurut PBB untuk Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengutip angka yang dikeluarkan pemerintah Pyongyang, banjir tersebut juga memaksa 107.000 warga mengungsi khususnya yang berada disepanjang sungai Tumen.

OCHA menambahkan bahwa lebih dari 35.500 rumah hancur bersama dengan 8.700 bangunan umum lainnya dan hektaran sawah yang tengah ditanami tanaman pangan. Namun mengapa dampak banjir di Korut begitu besar, Apa penyebabnya?

Seperti dilansir Al-Jazeera (13/9) maraknya pembalakan liar di hutan-hutan bagian utara Korut ditambah curah hujan yang tinggi merupakan salah satu penyebabnya.  Seperti diketahui bersama bulan Juli hingga September merupakan masa paling basah bagi Korut dimana curah hujan yang datang jauh lebih tinggi.

Changjon kota di Korut bagian utara memiliki intensitas hujan 70mm per detik selama lima hari terakhir. Sementara itu di kota Sinpo mencatat 80mm hujan selama periode yang sama. Hujan dengan intensitas deras hingga 165mm juga mengguyur kota Wonsan, kota yang paling parah terdampak banjir.

Departemen meteorologi Korea Utara mengatakan bahwa banjir adalah “bencana alam paling dahsyat sejak pembebasan Korea pada tahun 1945.

 

Advertisement