spot_img

Menghidupi Hidup

Saudaraku, untuk tidak melarikan diri dari kenyataan aku terbiasa belajar menghadapi kenyataan dengan olahraga berlari (jogging).

Menghadapi kenyataan hidup kujalani dengan aktif bergerak. Kumulai hari dengan dropping: keluar dari keruwetan hidup dengan mengembalikan kesadaran akan diri sendiri dan sang pencipta dengan merasakan detak jantung tubuh sendiri lewat meditasi sembahyang.

Setelah pikiran dan perasaan disegarkan, untuk satu-dua jam kemudian kuisi waktu dengan membaca buku ditemani segelas teh atau kopi bersama buah-buahan atau kudapan tradisional.

Tatkala hari mulai terang, di akhir pekan atau hari libur, aku terbiasa menyatukan diri dengan tarian alam lewat olahraga lari kecil atau jalan santai. Sambil bergerak, tak lupa berlatih pernafasan dengan menghelanya sampai di bawah pusar, menahannya untuk beberapa saat, lantas menghembuskannya secara perlahan lewat hidung. Tatkala tubuh bersimbah peluh, pada saat itulah jagat kecil kedirian dan jagat besar kesemestaan terasa menyatu pada setiap tetes keringat yang merembes jatuh.

Tubuh terasa bugar. Pikiran terasa segar. Perasaan terasa riang. Hidup terasa gairah. Kenyataan hidup dihidupi dengan sepenuh hidup.

Demikianlah, kehidupan tidak dijalani dengan melarikan diri dari kehidupan, melainkan dengan belajar berlari menghadapinya. Seperti kata St. Francis De Sales, “You learn to speak by speaking, to study by studying, to run by running, to work by working; in just the same way, you learn to love by loving.”

spot_img

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


spot_img

Latest Articles