Mengkudu Anti Covid-19?

Buah mengkudu atay pace, diyakini bisa menyembuhkan berbagai penyakit, termasuk Covid-19?

KABAR terakhir dari Rumah Sakit Dadi, Makassar menyebutkan, 33 pasien positif Corona dinyatakan sembuh berkat minum jus mengkudu. Jika benar, ini berita yang sangat menggembirakan. Buah mengkudu sangat akrab bagi kita, karena tumbuh di mana-mana. Cuma beda daerah sering beda nama. Semoga saja benar adanya, karena kita meyakini –sesuai dengan hadits Nabi– bahwa segala penyakit yang diturunkan Allah Swt ke bumi selalu disertakan pula obatnya.

Buah mengkudu tumbuh di semua wilayah Indonesia, karena penyebarannya mudah sekali. Bukan saja ditanam orang, dia bisa tumbuh dengan sendirinya karena buahnya yang masak terbawa oleh codot atau kampret yang tidak pernah berseberangan dengan kecebong. Hanya kabar ini sangat kontradiktif dengan isyu yang beredar selama ini bahwa virus Covid berawal dari air liur codot dari Wuhan, Tiongkok.

Mengkudu yang bernama latin morinda citrifolia orang Jawa Jateng-Jatim-DIY menyebutnya sebagai pace, atau cangkudu (Sunda), tibah (Bali), atau noni kata orang Betawi. Sebagai mana durian, ketika sudah masak baunya tak bisa diterima oleh hidung semua orang. Durian saking baunya yang menyengat tajam, masuk pesawat pun dilarang. Mengkudu tak sampai dilarang, karena mungkin tak ada orang mau bawa-bawa mengkudu dalam penerbangan.

Bagi yang suka, mengkudu mateng rasanya pedes-pedes gimana gitu. Tapi yang tak suka bisa muntah untuk yang tidak tahan baunya. Maka bagi kalangan bocah, buah mengkudu mateng suka dibuat ngerjain teman sendiri. Tahu-tahu buah itu dilempar ke tubuh teman, ceprottt……! Maka saran bagus bagi pendemo di semua penjuru dunia, ketimbang melempar politisi dengan telur busuk, mending pakai buah mengkudu saja. Telur busuk baunya sangat busuk, tapi bau mengkudu masak masih ada “enak-enak”-nya barang sedikit.

Di dunia Barat politisi atau pemimpin yang cuci tangan dari masalah, belum sampai ada yang dilempar buah mengkudu mateng. Tapi bagi masyarakat Jawa, buah pace ini bisa juga dimanaaftan sebagai pencuci baju, pengganti ditergent yang dulu oleh Krisbiantoro dibuat mencuci pakaian, katanya bisa mencuci sendiri. Kata para kakek nenek tempo doeloe, rendam baju itu dengan pace masak yang sudah dilumatkan dalam satu jam, niscaya baju itu menjadi bersih kembali.

Untuk obat berbagai penyakit mengkudu juga diyakini jadi penyembuh jitu. Misalnya untuk penderita ludira inggil (darah tinggi), meningkatkan kekuatan tulang, membersihkan darah. Soalnya buah mengkudu mengandung alkaloid triterpenoid, asam kaprik, asam kaprilat, zat antrakuinon, protein, proxeronine, xeronine, zat scolopetin, dan zat damnachantal (zat antikanker).

Bahkan dalam promosi obat-obatan herbal disebutkan, khasiat mengkudu  disebutkan; meluruhkan kencing, meluruhkan haid, melembutkan kulit, obat batuk, obat cacing, pencahar dan antiseptik. Selain itu, mengkudu juga digunakan untuk mengobati batuk, radang amandel, sariawan, tekanan darah tinggi, beri-beri, melancarkan kencing, radang ginjal, radang empedu, radang empedu, radang usus, disentri, sembelit, nyeri limpa, cacingan, kencing manis, cacar air, dan kegemukan. Pokoknya khasiat obat-obatan apotik diborong semua dalam buah mengkudu.

Kabar teranyar dari RS Dadi di Jl. Lanto Daeng Pasewang, Makasar. Ada 33 penderita Covid-19 yang dirawat di sana. Setelah diberi jus mengkudu sebanyak dua botol, ternyata mereka dinyatakan sudah negative dari virus mematikan itu. Mereka pun diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing, 19 di antaranya yang sembuh adalah eks penumpang Kapal PELNI KM Lambelu.

Achmad Firdaus, satu di antara pasien yang sembuh, menuturkan, sejak menjalani isolasi, diberi obat-obat antibiotik dan vitamin, serta suplemen makanan novic dan susu kotak. Masing-masing pasien isolasi, diberi obat-obatan berdasarkan penyakit bawaannya, seperti jantung, diabetes dan, lain-lain. Tetapi Achmad mengakui bahwa sejak minum Jus C-19 –begitu dia memberi nama –merasa badannya langsung terasa ringan. Sakit tenggorokannya sembuh dan rasa nyeri badan juga hilang.

Pemberi resep itu bernama Irwan Paturusi, yang dibenarkan oleh Yunus Humas RS Dadi, Makasar. Sayangnya siapa gerangan Irwan Paturusi tersebut tidak jelas. Dokterkah, perawatkah, atau paranormal? Bila ini benar adanya, niscaya Covid-19 yang bikin Presiden Jokowi pusing tujuh keliling, bisa segera sirna dan Indonesia kembali bangkit. Rakyat dan pemimpinnya bisa kembali kerja, kerja, kerja….! (Cantrik Metaram)

Advertisement