Menguak Kisah Misteri Dibalik Jembatan Emen

JAKARTA – Hari sabtu lalu, (10/2) Tanjakan Emen di Subang, Jawa Barat kembali menjadi buah bibir setelah sebuah bus yang mengangkut rombongan dari Ciputat Tangerang Selatan mengalami kecelakaan dan merenggut 27 nyawa penumpangnya.

Percaya atau tidak, menurut warga sekitar terdapat cerita misteri terkait Tanjakan Emen yang terbentang sebelum jalan menuju pintu objek wisata air panas Ciater. Dadan Wahyudin, seperti dilansir dari Kompasiana menuliskan asal usul Tanjakan Emen.

“Menurut cerita di kalangan warga, alkisah Emen dikenal sopir pemberani. Emen mengemudikan oplet jurusan Bandung-Subang. Ia tewas kecelakaan di daerah itu saat mengangkut ikan asin dari Ciroyom Bandung menuju Subang, tahun 1964,” tulis Dadan di Kompasiana.com 1 Agustus 2010 silam.

Kala itu, tutur Dadan dalam tulisannya berjudul “Melewati Legenda Tanjakan Emen, Ciater Subang”, kendaraan yang disopiri Emen terbalik dan terbakar. Nahas bagi Emen, dia terbakar hidup-hidup hingga tewas.

Konon, saat itu, Emen dikenal sebagai satu-satunya sopir yang berani mengemudikan kendaraan pada malam hari.

“Setelah peristiwa itu, warga sekitar meyakini arwah Emen bergentayangan dan mengganggu para pengemudi yang berani melintas di daerah tersebut, terutama pada malam hari. Kejadian rem blong, bus tergelincir dan kendaraan terperosok kerap terjadi di jalur ini,” tuturnya.

Versi lain tentang asal usul “Tanjakan Emen” menyebutkan, nama tersebut mulai melekat saat ada seseorang bernama Emen menjadi korban tabrak lari di daerah itu.

Kemudian, mayat Emen bukannya ditolong malah disembunyikan di rimbun pepohonan sekitar tanjakan tersebut. Sejak saat itu, arwah Emen diyakini bergentayangan menuntut balas.

Meski memiliki dua versi, tapi menurut kepercayaan warga setempat, agar tak “diganggu”, para pengemudi biasanya menyalakan sebatang rokok dan melemparkannya ke pinggir jalan. Itu sebagai simbol memberikan rokok kepada arwah Emen.

Sebelum kecelakaan bus yang merenggut 27 nyawa pada sabtu kemarin, sebelumnya Bus Aladin yang membawa 54 siswa SMA Al Huda Cengkareng pernah alami kecelakaan di tanjakan Emen pada Juni tahun 2014 yang mengakibatkan 8 siswa meninggal di tempat, 17 orang luka berat, dan sisanya luka ringan.

Advertisement