Menpora: Cukup Haringga yang Terakhir Jadi Korban Permusuhan Sepakbola

CENGKARENG – Menpora Imam Nahrawi menegaskan jika tidak boleh lagi ada suporter yang menjadi korban karena fanatisme dalam mendukung salah satu tim sepak bola.

Dia mengatakan hal tersebut ketika mengunjungi keluarga almarhum Haringga Sirla yang merupakan korban kekerasan suporter oknum bobotoh, di rumah duka Jalan Bangun Nusa RT 13 RW 3, Kelurahan Cengkareng Timur, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (26/9/2018).

“Cukuplah Ari (panggilan Haringga Sirla) menjadi yang terakhir, jangan ada lagi korban berjatuhan karena sepakbola. Dan jangan sampai ada balas dendam yang berdampak pertumpahan kemarahan dan permusuhan, sudahi segalanya,” katanya, dilansir Antara, Rabu malam.

Sementara kakak kandung Haringga Sirla, Mayrisa Sirawati mengungkapkan harapannya pada Menpora agar kasus ini dituntaskan.

“Saya harap apa yang sudah saya sampaikan ke pak menteri tolong benar-benar bisa diwujudkan. Usut tuntas kasus adik saya dan tak terulang lagi kasus seperti ini,” kata Mayrisa Sirawati.

Mayrisa juga menghimbau kepada suporter pendukung tim sepak bola untuk tidak melakukan tindakan brutal karena dampaknya bakal lebih luas.

“Kalian menontonlah secara damai, happy, jangan buat kerusuhan. Karena menghilangkan sebuah nyawa itu percuma, sangat disayangkan apalagi jika tim kalian menang tapi harus ada kehilangan sebuah nyawa,” tandasnya.

 

Advertisement