PANGKALPINANG – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa berencana menggabungkan Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) menjadi satu kartu agar lebih efisien.
“Nanti akan jadi satu kartu yang bisa dipakai untuk semua, warnanya merah putih. Ibu-ibu nggak perlu repot lagi punya banyak kartu,” kata Khofifah dalam acara Deklarasi Pangkalpinang sebagai Kota Bebas Gelandangan, Anak Jalanan dan Pencanangan Rumah Sejahtera di Rumah Dinas Wali Kota Pangkalpinang, Jl Merdeka, Pangkalpinang, Babel, Jumat (12/8/2016).
Seperti dilansir Detik.com ia menjelaskan, kartu combo tersebut saat ini sudah mulai diujicobakan di Kota Malang. Nantinya pencairan dana Program Keluarga Harapan Sejahtera (PKH) melalui kartu itu hanya dapat dilakukan dalam bentuk non tunai.
Pihaknya telah menggandeng 4 BUMN untuk menyukseskan program tersebut, yakni Bank Mandiri, BNI, BRI dan BTN. Pembinaan hingga pemeliharaan kartu juga akan dilakukan oleh keempat bank mitra itu.
“Intinya bansos diberikan dalam bentuk non tunai. Supaya kemungkinan terjadinya miss address dan pemotongan (oleh oknum) bisa dihindari,” katanya.
Menurut Khofifah, program ini juga sudah memiliki landasan hukum dengan pembentukan koperasi. Masing-masing koperasi itu menelurkan e-warung yang dikelola oleh warga. Nah, pencairan kartu gabungan itu nantinya dapat dilakukan di warung-warung tersebut.
“Nanti akan keluar print outnya. Misalnya dia terima PKH sekian, raskin sekian, pupuk sekian, akan bisa dibaca print out di masing-masing warung,” terangnya.
“Pemilik warung adalah keluarga kurang mampu penerima PKH. Ini pemberdayaan yang diharapkan bisa memberikan akselerasi,” terangnya.





