MALUKU –Â Program Keluarga Harapan (PKH) menurut Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa sangat berkontribusi besar dalam penurunan angka kemiskinan dan kesenjangan di Indonesia.
Dijelaskannya, sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) September 2016, jumlah penduduk miskin dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan di Indonesia mencapai 27,76 juta orang (10,70 persen).
Jumlah ini berkurang sebesar 750.000 orang dibandingkan dengan kondisi September 2015 yang sebesar 28,51 juta orang (11,13 persen).
Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan turun menjadi 7,73 persen pada September 2016. Demikian pula persentase penduduk miskin di daerah perdesaan yang turun menjadi 13,96 persen pada September 2016.
“Artinya PKH memberi kontribusi besar dalam pengurangan penduduk miskin di Indonesia,” kata Khofifah saat kunjungan kerja di Kota Ambon, Maluku, Rabu (8/2/2017).
Selanjutnya, ratusan ribu keluarga yang telah lepas dari status miskin tersebut kemudian dirujuk ke program pemberdayaan lainnya.
Ia pun mengaku optimis kemiskinan akan semakin berkurang. “Kami optimistis jumlah penduduk miskin akan semakin turun di tahun-tahun yang akan datang,” tambahnya lagi.
Optimistisme itu, lanjut Khofifah, tidak berlebihan. Mengingat saat ini, pemerintah melalui Kementerian Sosial tengah gencar melakukan percepatan pengentasan kemiskinan di seluruh wilayah Indonesia dengan mengintegrasikan bantuan sosial dan subsidi dalam satu kartu keluarga sejahtera (KKS).
Dia menerangkan, kartu tersebut memiliki fitur uang elektronik dan tabungan sehingga bisa menampung bansos PKH, pangan, serta subsidi lainnya. Dalam menyalurkan bantuan sosial nontunai, Kemensos bekerja sama dengan Himpunan Bank Negara (Himbara).
“Ada 6 juta keluarga penerima manfaat PKH di Indonesia.Tahun 2017, terdapat 3 juta keluarga ditargetkan bermigrasi ke bantuan sosial non tunai,” imbuhnya, seperti dilansir Kompas.com.





