
SURIAH – Serangan bom yang berisi gas kimia di Idlib menjadi mimpi buruk bagi seorang ayah, yang dengan tampilan putus asa di wajahnya, sangat berduka membuai tubuh bayi kembar berusia sembilan bulan yang harus menjadi korban tewas akibat serangan mematikan tersebut.
Dilansir Mirror, kedua bayi tersebut terbungkus dalam selimut putih, yakni Ahmad dan Aya, yang menjadi di antara 100 orang tewas dalam serangan gas yang menghancurkan.
Abdul Hamid Youssef, sang ayah ingin dunia melihat foto-foto dimana ia kehilangan 20 anggota keluarganya dalam serangan gas beracun pada Selasa.
Abdel telah menemukan jasad dua saudaranya, dua keponakan, tetangga dan teman-temannya. ”Saya tidak bisa menyelamatkan siapa pun, mereka semua mati sekarang,” katanya.
Puluhan orang, termasuk sedikitnya 20 anak-anak tewas setelah pemerintah Suriah diduga melepaskan gas kimia sarin pada warga yang tidak bersalah.




