
JAKARTA – Video yang menunjukkan aksi para pelajar dan guru di Jepang yang berkerumun untuk melindungi seorang siswi muslim yang pingsan viral di media sosial. Dalam video itu, siswi tersebut sedang menerima pertolongan dengan sebagian hijabnya terbuka.
Video tersebut diunggah pada Kamis (15/6/2023) oleh akun YouTube bernama Jepang-Indonesia Family dengan judul “Hidup minoritas memang tak mudah tapi itu tergantung….???”. Hingga Minggu (18/6/2023), video tersebut telah ditonton lebih dari 129 ribu kali.
Pemilik akun tersebut bernama tamu. Ia mengungkapkan bahwa siswi yang terlihat dalam video adalah putri sulungnya bernama Ria.
“Saya yang merekam sendiri, hari itu kebetulan hari Festival Olahraga Sekolah di Jepang, atau Undokai,” kata Tamu saat dikonfirmasi mili.id partner 1001 kumparan, Minggu (18/6/2023).
Menurut tamu, Ria adalah satu-satunya siswi yang mengenakan hijab di antara teman-temannya di SMP. Tamu mengungkapkan bahwa ketika Ria tiba-tiba pingsan, hatinya merasa kacau dan khawatir.
“Saya yang mengetahui hal itu, saya kelabakan mendapati anak saya pingsan. Tidak bisa berbuat banyak sebab terdapat peraturan wali yang hadir tidak boleh interaksi dengan siswa,” jelasnya.
Namun demikian, tamu yang berasal dari Lombok merasa bersyukur. Pasalnya, teman-teman dan guru Ria segera bertindak dengan sigap untuk membantu.
Teman-teman perempuan dan guru Ria segera membentuk barikade untuk melindungi Ria, sementara ia sedang mendapatkan pertolongan. Dalam proses pertolongan tersebut, jilbab yang dikenakan Ria sempat dicopot.
“Mereka teman Ria dan guru wanita bergegas membuat lingkaran menutupi Ria yang saat itu diberikan pertolongan pertama ketika hijabnya dibuka. Sementara guru pria kompak memberitahukan kameraman agar tidak ambil gambar atau foto,” katanya.
Tamu merasa sangat bersyukur atas sikap baik yang ditunjukkan oleh teman-teman dan guru Ria.
“Mengkhawatirkan Ria, saya kaget dan terharu sampai tak tahan air mata karena sampai segitu paham dan toleransinya guru-guru dan siswi terhadap muslimah yang berhijab,” kata Tamu.
“Sikap toleransi yang begitu dalam ini adalah hal baru yang saya dapatkan di Jepang,” imbuhnya.
Tamu menikah dengan Ais, wanita asal Jepang. Mereka dikaruniai empat orang anak. Saat ini, keluarga kecilnya itu tinggal menetap di Jepang.




