BANYAK janda yang perlu disantuni, begitu kata dai sejuta umat KH Zainuddin MZ almarhum. Sebenarnya tak hanya janda, banyak umat lain yang perlu dibantu akibat penderitaannnya. Tak peduli mereka itu beda profesi, suku, agama dan warna kulitnya. Menyumbang itu memang seikhlasnya. Tapi kita menjadi tertegun ketika donator untuk artis Julia Perez (Jupe), masuk Rp 452 juta hanya dari dua orang tokoh nasinal, sementara untuk bocah Fahri di Bandung “baru” masuk Rp 300 jutaaan dari 1.085 donatur.
Jika membuka website kitabisa.com akan terlihat banyak orang membantu para penderita berbagai masalah. Misalnya, Pak Djoko (43) penderita diabetes melitus dari Pondok Gede, atau Ibella Safira penderita tumor mata (3,5) dari Batam; mereka mendapat bantuan yang dikordinir Dompet Duafa, sehingga bisa berobat dari rumah sakit. Tanpa uluran tangan pihak lain, mereka tak bisa terbebas dari penderitaan itu.
Di seluruh Indonesia, tak sedikit penyandang masalah sosial. Mereka dibantu melalui sumbangan yang dikumpulkan dari pembaca di internet. Jumlahnya bisa mencapat ratusan juta, bahkan miliaran. Tapi dana itu dikumpulkan dari para donatur yang nilai sumbangannya antara Rp 50.000,- hingga Rp 100.000,- Para penderita itu memang miskin dari asalnya, mereka orang-orang biasa yang tak pernah diberitakan dan dikenal publik.
Pada minggu ini banyak diberitakan tentang artis Jupe yang menderita kanker servik stadium 4. Dia sudah berobat ke Singapura, tapi karena tak membawa hasil sementara kocek menipis, akhirnya pilih berobat di RSCM, Jakarta. Jupe sudah habis puluhan miliar untuk melawan penyakitnya itu. Pelawak Eko Patrio pun segera membuka rekening donasi, untuk membantu biaya pengobatan pelantun lagu “Belah Duren” itu.
Begitulah umat, perjalanan hidupnya seperti roda. Kadang di atas, kadang di bawah. Ketika masih jaya, Jupe bisa hadiahkan mobil Dodge Jurney Platinum seharga Rp 635 juta untuk sang kekasih, Gaston. Tapi sekarang, ketika Jupe sangat membutuhkan pertolongan, si Gaston tak pernah katon (tampak). Untung ada Eko Patrio, sehingga meski Jupe sendiri tak mau bikin repot orang, dia mampu menggerakkan sejumlah tokoh untuk membantu pengobatan Jupe.
Luar biasa hasilnya. Dalam acara penggalangan dana bertajuk “Peduli sahabat Jupe” Cagub DKI Sandiaga Uno yang pengusaha membantu Rp 333 juta, sementara Ketua MPR Zulkifli Hasan mentransver Rp 119 juta. Yang agak aneh, meski menyumbang mereka ini masih ada juga muatan politiknya. Sandiaga Uno menyumbang dengan nominal Rp 333 juta, karena itu lekat dengan nomer paslon dia sebagai Cawagub DKI. Sedangkan MPR Zulkifli Hasan, dia memilih nominal Rp 119 juta dengan muatan agamis, itu jumlah orang berdzikir: 100 + 19 kali.
Publik pun tertegun, dalam tempo menitan terkumpul Rp 452 juta, hanya dari dua orang penyumbang, belum yang lain-lain. Andaikan Jupe warga masyakat biasa, mungkikah itu? Tapi harus ingat, Zulkifli Hasan kan Ketum PAN, parpol yang banyak kadernya di DPR dari kalangan artis. Bahkan publik pun memplesetkan, PAN itu kepanjangan: Partai Artis Nasional.
Namanya orang menyumbang itu memang seiklas dan semampunya. Biarpun nominalnya Rp 1 miliar, jika nawaitunya sekedar untuk promosi diri, justru tak dapat apa-apa. Sebaliknya meski hanya Rp 50.000,- jika niatnya lillahita’ala, Allah akan mencatat-Nya. Karena itulah, seyogyanya Zulkifli Hasan dan Sandiaga Uno tak hanya peduli pada Jupe, tapi juga penderita yang lain.
Di Cipadung Bandung, ada bocah Fahri (11) yang sejak usia 4 tahun telah menderita penyakit rapuh tulang. Hanya karena terbatuk saja, tulang penyangga tubuhnya bisa patah karenanya. Lewat publikasi internet telah masuk dana Rp 300 jutaan dari 1085 donatur. Nah, Walikota Bandung Ridwan Kamil telah membezuknya, kapan Sandiaga Uno dan Zulkifli Hasan ada perhatian ke sana? (Cantrik Metaram).





