Merajut Asa Bersama Peyek Kacang Dalam Kardus

Sainah sedang beristirahat saat berdagang peyek

JAKARTA – Sambil membawa kardus cokelat berukuran besar Sainah keluar masuk gedung perkantoran di kota Bogor. usia yang telah menginjak 80 tahun tak dijadikan hambatan baginya.

Usai berkeliling sambil membawa peyek kacang yang ada di kardusnya, wajah Sainah tampak lelah. Ia memutuskan untuk duduk istirahat di kursi kayu sambil ditemani sang kardus.

Sainah menceritakan bahwa sejak muda dirinya memang sering berjalan kaki dan beraktifitas.Kardus besar yang saban hari ia bawa pun sudah terasa ringan.

“Nenek asal Jawa Tengah, dulu pindah ke Kota Bogor itu waktu umur 25 tahun, dulu disini masih pakai Bajaj, dari dulu nenek sudah jualan,” begitu bunyi admin ketimbang Ngemis Bogor menceritakan secuil kehidupan Sainah.

Sainah memiliki anak dan setiap bulan selalu mengirimkan uang. Meski lebih dari cukup namun nenek 15 cucu ini tak mau berpangku tangan untuk menyambung hidup.

“Dikasih duit sama anak suruh diam di rumah, tapi nenek nggak betah kalau terus terusan diam, sudah biasa gerak kali ya, jadi sampai sekarang terua aja jualan,” katanya.

Setiap hari Sainah yang tinggal di kawasan Ciapus ini naik angkutan umum menuju Kota Bogor untuk menjual peyek. Sainah menambahkan bahwa peyek yang dijualnya seharga Rp 6.500 itu merupakan buatan orang lain.

“Ini peyeknya bukan buatan sendiri, ngambil untungnya juga nggak besar, yang penting bisa gerak aja, biasanya jualannya ya keliling, di Dinkes, Disdik, depan Kantor Pos, Kebun Raya, Pengadilan, gitu aja,” ucapnya.

Advertisement