Merangkuan, Anak Rimba TNBD Akhirnya Tutup Usia

Ilustrasi Anak rimba TNBD/ Dok. WARSI

JAMBI – Mengidap penyakit komplikasi, Merangkuan, anak lelaki berusia lima tahun dari suku anak dalam rimba yang selama ini bermukim di Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD), Kabupaten Sarolangun, Jambi, akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher.

“Dia dari keluarga Temenggung Ngadap. Sebelum meninggal anak tersebut kritis di RS Raden Mattaher,” kata Koordinator Unit Komunikasi Komunitas Konservasi Indonesia Warung Informasi Konservasi (KKI Warsi) Sukmareni, dikutip dari Antara.

Diberitakan sebelumnya, Dokter RSUD Raden Mattaher mendiagnosis Merangkuan menderita meningoencepalitis, anemia berat dan hepatitis plus. Ia dibawa ke rumah sakit setelah terlihat lemah selama satu minggu di rumahnya.

Oleh karena itu, Reni menyatakan Pemerintah RI hendaknya melakukan imunisasi massal terhadap anak rimba, khususnya di TNBD, pasca-temuan Lembaga Eijkman terhadap tingginya angka penderita hepatitis di kalangan orang rimba.

Advertisement