NASIB mantan Presiden Mesir Muhammad Mursi cukup tragis, ia menghembuskan nafas terakhirnya setelah jatuh pingsan saat menyampaikan beberapa kata dalam sidang pengadilan di Kairo, Senin sore (17/6).
Nyawa Mursi tidak bisa diselamatkan walau ia dilarikan ke RS terdekat dan dinyatakan meninggal di perjalanan pada hari yang sama pukul 16.50 diduga akibat serangan jantung. Berdasarkan keterangan tim dokter pemerintah, tidak ada luka-luka atau tanda-tanda kekerasan setelah jenasahnya diotopsi.
Salah satu anggota tim pengacara Mursi, Abdel Moneim Maksoud kepada AFP menngungkapkan, hanya 10 anggota keluarga dan segelintir orang-orang dekat almarhum termasuk dia yang ikut prosesi pemakaman.
Putera almarhum, Ahmed Mursi dalam FB-nya juga menyebutkan ia bersama beberapa keluarga terdekat memandikan jenasahnya di rumah sakit penjara Tora, Kairo.
Permintaan keluarga untuk memakamkan Mursi di kompleks pemakaman keluarga di Desa al-Idwa, sekitar 100 Km dari arah timur laut Kairo ditolak aparat keamanan, sementara media juga dilarang meliput upacara tersebut.
Mursi yang memimpin aksi-aksi massa prodemokrasi berhasil menumbangkan rezim militer Hosni Mobarak pada 2011. Karier politiknya pun semakin moncer dan kemudian mengantarkannya menjadi presiden sipil pertama dalam pemilu bebas di negeri piramid itu pada 2013.
Namun hanya setahun menjadi orang nomor satu di Mesir, kekuasaan Mursi tumbang setelah dipicu aksi-aksi massa yang menuntutnya mundur dan kesempatan ini dimanfaatkan oleh Menteri Pertahanan Abdel Fatah el-Sisi yang mengambil alih pemerintah pada 13 Juli 2013.
Kelompok Ichwanul Muslimin (IM) yang berada di kubu pendukung Mursi tidak mengakui pemerintahan el-Sisi yang dibentuk oleh aksi kudeta militer terhadap presiden terpilih dalam pemilu yang demokratis.
Sebaliknya, para penentang IM dan orang-orang yang berseberangan dengan Mursi, menganggap aksi penggulingan terhadap rezim Mursi merupakan wujud pemenuhan aspirasi rakyat yang tercermin dari aksi-aksi demo yang dilancarkan sebelumnya.
Mursi dikenal cemerlang dalam dalam karier pendidikannya, mulai dari lulusan terbaik di Fakultas Teknologi, Universitas Kairo pada 1975 dan menyelesaikan program beasiswa di Universitas Kalifornia AS jenjang S-2 (1978) dan S-3 (1980).
Setelah bekerja di Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA), Mursi bersama keluarganya kembali ke Mesir pada 1985, bergabung dan kemudian memimpin Partai Kebebasan dan Keadilan, sayap politik IM pada 2011 dan menang dalam Pilpres, 24 Juni 2012.
Sejak digulingkan pada 3 Juli 2013, hidup Mursi terkuncil karena sebagian besar pendukungnya juga ikut dibui, sementara dia ditempatkan dalam ruang steril, dilarang dikunjungi, bahkan keluarganya kabarnya hanya menjenguknya tiga kali sampai ia wafat.
Hidup bagikan roda berputar, dibawa nasib, kadang di atas kadang di bawah. Innalillahi wainnailaihi rojiun!




