Meski Hanya Memiliki 1 Kaki, Siswi ini Menempuh Perjalanan 8 KM Perhari untuk Sekolah

sekolah

JAKARTA – Hadirnya Madrasah Ibtidaiyah Darul Furqan atau yang biasa disebut Sekolah Tapal Batas di Dusun Sei Limau, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara menjadi tempat istimewa bagi anak-anak TKI di Malaysia.

Salah satunya ialah Hamidah. Gadis asal Pinrang, Sulawesi Selatan. Meski hanya memiliki satu kaki ia tetap semangat berangkat sekolah menelusuri jalan rusak dan berbukit. Perlu waktu sekitar 2 jam dari rumahnya yang berjarak 4 Km. Artinya, setiap hari Hamidah harus berjalan kaki 8 Km.

Sambil diantar ibunya, Hamidah setiap hari berangkat pukul 5 pagi. Ayah Hamidah merupakan buruh perkebunan kakau. Saat kecil, Hamidah bercerita dirinya mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kakinya harus diamputasi.

Dilansir dari brilio.net (21/8) Suraidah, pendiri sekolah tapal batas sejak tahun lalu meminta Hamidah tinggal di pondok madrasah gratis.

“Senang bisa sekolah di sini. Banyak teman dan saya sekarang bisa mengaji,” katanya Hamidah yang kini pulang sebulan sekali.

Hamidah tergolong murid yang cerdas. Ketika diberikan pertanyaan matematika oleh Gubernur Kalimantan Utara Udin Hianggio pada perayaan 17 Agustus lalu, Hamidah dengan cepat menjawab.

Advertisement