JAKARTA – Sosok mulia itu bernama Sarimun, meski kemiskinan membelit kehidupannya namun ia menolak mengemis. Kulitnya telah mengendur, pendengarannya pun sedikit terganggu.Guna menyambung kehidupan sehari-hari, kakek berusia 76 tahun itu hanya mengandalkan sepeda tuanya yang kusam.
Di atas sepeda tuanya, menangkring sebuah keranjang berisikan aneka jajanan kecil dan rokok.Seperti dilansir dari akun Instagram @Ketimbang.ngemis.purbalingga di Kota Purbalingga Sarimun tak memiliki rumah. Beruntung masih ada orang berhati mulia yang meminjamkan sepetak ruangan untuk sekedar Sarimun dan istri berteduh.
Dari pernikahan Sarimun dengan Kalem, pasangan lansia itu tak dikaruniai seorang anak. Di dalam sepetak ruang tempat tinggalnya tak ada satu pun barang berharga. Hanya sepeda dan 2 toples yang berisi permen satu-satunya materil berharga bagi Sarimun.
Ketika sang surya mulai menampakan wujudnya Sarimun sudah mesti keluar rumah keliling kota Purbalingga, Jawa Tengah untuk menjajakan dagangannya.Namun sebelum Sarimun menggowes sepeda ia mesti memandikan istrinya terlebih dahulu karena sang istri sakit.
Sehari tak banyak uang yang berhasil Sarimun bawa, hanya sekitar Rp 6 ribu dari hasil 3 bungkus rokok yang terjual.Uang terebut lantas beliau gunakan untuk membeli nasi bungkus, nasi itu juga tak Sarimun makan sendirian. ia mesti pulang kerumah supaya bisa berbagi dengan istri tercinta.
Mereka berdua sehari hanya makan satu kali, namun kadang ada tetangga yang iba dan memberi mereka makan. Karna faktor itu, Mbah Sarimun sudah lama menderita sakit magh, Januari kemarin Mbah hanya bisa terbaring di kasur sambil memegang perutnya. Beruntung ada tetangga yg bersedia membawa Mbah periksa ke dokter,” tulis akun @ketimbang.ngemis.purbalingga dalam postingannya.





