MYANMAR – Delegasi negara-negara Uni Eropa di Myanmar mendesak pemerintah untuk memberikan akses tim investigasi independen ke negara tersebut terkait kekerasan yang dialami etnis rohingya.
Permintaan tersebut muncul setelah militer Myanmar mengakui bahwa beberapa tentaranya terlibat dalam pembunuhan 10 orang Rohingya yang ditangkap di negara bagian Rakhine bagian barat tersebut.
Sebuah laporan penyelidikan militer pada hari Rabu mengakui bahwa tentara dan penduduk desa telah membunuh 10 orang Rohingya yang tertangkap dan menguburkan mereka di sebuah kuburan massal di dekat desa Din di kota Maungdaw di negara bagian Rakhine pada bulan September.
Dalam sebuah pernyataan, delegasi Uni Eropa di negara tersebut mengatakan, Â “Pembunuhan brutal ini mengkonfirmasi kebutuhan mendesak untuk penyelidikan yang menyeluruh dan kredibel” terhadap semua pelanggaran hak-hak yang dituduh di bagian utara negara bagian Rakhine dimana operasi militer telah memaksa setidaknya 650.000 orang, kebanyakan Muslim Rohingya, melarikan diri melintasi perbatasan dengan tetangga Bangaldesh sejak Agustus tahun lalu.
“Impunitas pelaku pelanggaran serius hak asasi manusia harus diakhiri,” katanya. Pemerintah tersebut meminta pemerintah Myanmar untuk “bekerja sama sepenuhnya dengan misi pencarian fakta independen independen dan wakil independen lainnya, termasuk wartawan dan untuk menyediakan akses penuh, aman dan tidak terhalang mereka ke semua wilayah konflik tanpa penundaan”.
Amnesty International menyambut baik pengakuan oleh militer tersebut, dengan mengatakan bahwa ini adalah keputusasaan yang tajam dari kebijakan penghapusan blanket atas kesalahan apapun selama operasi di wilayah Maugndaw. “Namun, ini hanyalah puncak gunung es dan menjamin penyelidikan independen yang serius mengenai kekejaman lain yang dilakukan di tengah kampanye pembersihan etnis yang telah memaksa lebih dari 655.000 Rohingya dari Negara Bagian Rakhine sejak Agustus lalu,” Direktur Regional Amnesty International untuk Asia Tenggara dan Pacific James Gomez mengatakan dalam sebuah pernyataan.
Dikatakan Amnesty International dan yang lainnya telah mendokumentasikan banyak bukti bahwa jauh melampaui Inn Din, di desa-desa dan dusun-dusun di seluruh negara bagian Rakhine utara, militer telah membunuh dan memperkosa Rohingya, dan membakar desa mereka sampai ke tanah. “Tindakan ini berarti kejahatan terhadap kemanusiaan dan mereka yang bertanggung jawab harus dibawa ke pengadilan,” tandas James Gomez, dikutip Anadolu.





