MELIHAT judulnya, pembaca pasti akan menduga bahwa yang dimaksudkan dengan Yusuf adalah Yusuf Kalla mantan Wapres, atau Yusuf Hamka yang menunggu pembayaran utang Rp 800 miliar dari pemerintah. Semuanya salah! Karena konteksnya mimpi, tentulah yang dimasudkan adalah Nabi Yusuf. Sebab kedua tokoh ini mempunyai riwayat mimpi luar biasa. Nabi Yusuf bermimpi tentang kenabian, sementara SBY bermimpi tentang pemerintahan.
Nabi Yusuf adalah putra dari Nabi Ya’qub dan merupakan anak kesayangan. Pada masa remaja, Nabi Yusuf bermimpi melihat matahari dan bulan dengan sebelas bintang bersujud kepadanya. Dalam Qur’an surat Yusuf ayat 4 dikisahkan: (Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: “Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku”. Oleh Nabi Yusuf mimpi tersebut ceritakan kepada ayahnya.
Sedangkan SBY bermimpi, bertemu dengan Megawati dan Jokowi. Kemudian mereka bertiga ke Stasiun Gambir untuk naik KA jurusan Jateng dan Jatim, di mana semua tiketnya telah disiapkan oleh presiden RI ke-8. Siapa beliaunya? SBY tak bisa menjelaskan, karena Pilpres 2024 itu sendiri baru dipersiapkan.
Yang jelas, Nabi Ya’kub menafsirkan bahwa putranya nanti akan menjadi seorang Nabi, dan itu memang ndaradasihi (jadi kenyataan). Sedangkan mimpi SBY, apakah berkaitan dengan AHY putranya yang masuk bursa Cawapres? Itu sudah pasti, tapi kolom ini takkan membahas masalah itu. Ini masalah sensitip, bisa-bisa malah disetip.
Setiap orang memang punya mimpi dan pernah bermimpi. Tapi kosa kata mimpi itu sendiri juga bermakna ganda. Bisa cita-cita seseorang, bisa pula gambaran, pikiran, dan emosi yang dialami seseorang selama tidur. Yang penting mimpinya tidak sampai terbasah-basah, karena itu pertanda telah akil baliq dan layak nikah.
Pencipta lagu yang mengeksploitir mimpi cukup banyak, sehingga ada lagu: Impian Semalam (Lilis Suryani), Mimpi Sedih (Tety Kadi). Bahkan dengan judul tunggal tapi lirik berbeda dinyanyikan pula oleh: Anggun C. Sasmi, Putri Ariani, Erie Susan, Anisa Rahma dan The Mercys. Bagi para pencipta lagu, agaknya topik mimpi paling banyak mengalirkan imajinasi.
Banyak orang mempercayai bahwa mimpi kadang-kadang bukan sekedar kembangnya orang tidur, tapi ada juga pertanda atau firasat suatu kejadian. Misalnya bermimpi buang air, itu katanya akan kehilangan uang cukup banyak. Mimpi digigit ular akan menikah dalam waktu dekat. Mimpi telanjang bulat, katanya akan dapat malu besar. Paling mengerikan jika mimpi jadi pengantin, konon ajalnya akan segera tiba, tingga esuk atau sore hari.
Dalam Islam soal mimpi memang diakui keberadaan dan kebenarannya. Setidaknya kisah mimpinya Nabi Yusuf dan mimpinya Nabi Ibrahim ketika diperintahkan untuk menyembelih putranya, Ismail. Dari mimpi itulah kemudian diperintahkan ummat Islam untuk berkorban dengan menyembeleh kambing.
Betapa diyakini kebenaran sebuah mimpi, tergambar dari Qur’an surat Al Israa ayat 60) : “Dan (ingatlah), ketika Kami wahyukan kepadamu: “Sesungguhnya (ilmu) Tuhanmu meliputi segala manusia.” Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon kayu yang terkutuk dalam Al Quran. Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka.”
Orang Jawa punya kepercayaan yang diabadikan dalam primbon. Tetapi mimpi menjadi sebuah firasat tergantung atau berkaitan dengam saat hadirnya mimpi. Sore hari, tengah malam, atau menjelang subuh? Jam terjadinya mimpi juga sangat menentukan, khususnya bagi ahli takwil mimpi. Maka seorang peramal mimpi menjadi keki ketika tamunya ditanya jam berapa mimpi itu terjadi, dianya menjawab: “Kebetulan saat bermimpi saya tidak membawa jam Mbah!”
Dalam permimpian berdasarkan primbon Jawa, dikenal istilah: titiyoni, gandayoni dan puspa tajem. Titiyoni adalah saat mimpi sekitar pukul 21:00 hingga pukul 24:00. Mimpi pada jam itu dianggap sebagai kembangnya orang tidur. Lha kalau jam 20:00 sudah bermimpi, itu pertanda orang males. Ngapain jam segitu sudah tidur. Sudah salat Isya belum?
Adapun gandayoni, mimpi yang terjadi sekitar pukul 00:00 hingga pukul 02:00. Ini juga saat mimpi yang tak bermakna apa-apa. Nah, mimpi yang perlu diwaspadai adalah sekitar pukul 02:00 hingga menjelang subuh, ini yang dinamakan puspa tajem. Artinya apa yang tergambar dalam mimpi itu bisa menjadi kenyataan. (Cantrik Metaram)





