
HOREEE, suara riuh rendah penumpang, terutama anak-anak terdengar saat rangkaian gerbong MRT dari pemberangkatan awal stasiun Bundaran HI, Jakarta Pusat menuju stasiun terakhir, Lebak Bulus, Jakarta Selatan muncul dari permukaan tanah.
MRT Fase Pertama atau Koridor I yang siap dioperasikan sebagai moda transportasi baru di ibukota awal April nanti, sedang diuji coba mengangkut warga Jabodetabek gratis sejak awal pekan ini.
Ribuan warga Jabodetabek, dilihat dari pakaian dan gaya bicaranya, beragam, mulai dari kalangan kelas atas dan menengah yang selama ini enggan naik transportasi umum dan rakyat jelata yang biasa bergulat dengan ketidaknyamanan berjejalan di angkot atau naik motor.
Stasiun Bundaran HI, sebagai awal pemberangkatan masih tampak lengang dan lega, belum ada gerai-gerai yang buka, kecuali ruang-ruang utilitas terkait pengoperasian MRT dan iklan-iklan produk yang terpampang di dinding dengan ukuran besar.
Jarak 16 Km dari Stasiun Bund. HI – Lebak Bulus ditempuh dalam 30 menit dengan waktu berhenti 30 detik di tiap stasiun pemberhentian dari seluruhnya 13 stasiun.
Jadi, dari St. Bund. HI, liwat St. Dukuh Atas, St. Setiabudi, St. Bendhil, ST. Istora, St. Senayan dan St. Sisingamagaraja (tujuh stasiun) 15 meter di bawah tanah. Baru menjelang St. Blok M, tepatnya di sekitar perempatan CSW, rangkaian MRT naik ke jalur elevasi di atas tanah.
Selanjutnya dari St. Blok M, St. Blok A, St. H. Nawi, St. Cipete Raya, St. RS Fatmawati sampai stasiun akhir Lebak Bulus atau enam stasiun berjalan di jalur lintasan beberapa meter di atas tanah.
Target 60 Persen
Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menargetkan 60 persen pengguna transportasi di wilayah ini pada 2029 memanfaatkan integrasi moda angkutan umum yang disediakan, dibandingkan 24 persen kini, selebihnya masih naik kendaraan pribadi.
“PR” yang harus dikerjakan BPTJ antara lain penyediaan lahan parkir di stasiun Lebak Bulus, perluasan trayek bus transit, penataan parkir, PKL dan penyediaan fasilitas yang ramah bagi bagi kaum difabel.
Dengan beroperasinya MRT Fase I Bundaran HI – Lebak Bulus, langkah berikutnya yakni pembangunan MRT Fase II antara Bundaran HI sampai Stasiun Bandan sepanjang 8,3 Km yang dijadwalkan bisa dimulai pada 2020.
Selanjutnya MRT Tahap II sepanjang 8,6 Km segera dibangun dari dana pinjaman Badan Kerjasama Pembangunan Jepang (JICA) Rp25,1 triliun (masing-masing Rp22,5 triliun untuk proyek utama dan Rp2,6 triliun pekerjaan tambahan.
Biaya pembangunan Koridor II, lebih mahal dibandingkan Koridor I sepanjang 16 Km yang hanya Rp 16 triliun karena terowongan untuk Koridor II lebih dalam yakni rata-rata 20 meter dibandingkan dengan 15 meter untuk Koridor I.
Pembangunan sarana dan sarana umum di Indonesia setahap demi setahap bakal menyamai dan tidak kalah dari negara-negara maju.
Tinggal sekarang bagaimana merevolusi mental bangsa ini, agar mau belajar, bekerja keras, tidak mudah terprovokasi hoaks dan ujaran kebencian, begitu pula para politisnya, agar tidak menghalalkan segara cara termasuk mengapitalisasi isu agama demi meraih kekuasaan.



