Mulai dari Rumah, Ajarkan Anak Tidak Jadi Pelaku Bullying

JAKARTA – Rumah berperan sebagai lingkungan pertama di mana anak belajar tentang kehidupan, termasuk pembelajaran nilai-nilai kebaikan terhadap sesama.

Seperti halnya korban, penanganan khusus diperlukan untuk para pelaku bullying agar perilaku negatif mereka tidak semakin berkembang dan menghambat perkembangan mereka di masa depan.

Keluarga, terutama orang tua, perlu memahami karakteristik anak-anak yang menjadi pelaku bullying.

Ini penting agar kita dapat mengidentifikasi penyebab perilaku bullying pada anak, sehingga kita dapat lebih mudah menyelamatkan mereka dari kebiasaan buruk tersebut.

Beberapa indikator bahwa seorang anak menjadi pelaku bullying antara lain:

  • Terbiasa melakukan kekerasan.
  • Sulit kontrol emosi.
  • Kurang empati.
  • Punya konsep diri negatif.
  • Ingin mendominasi.
  • Agresif dan impulsif.

Perilaku bullying kadang-kadang dilibatkan oleh sekelompok anak. Meskipun demikian, apabila seorang anak menjadi pelaku, seringkali melibatkan bantuan atau dukungan dari anak-anak lain.

Baik pelaku utama maupun pihak yang memberikan dukungan terhadap tindakan bullying, keduanya harus memikul konsekuensinya bersama. Ini penting agar mereka semua menyadari dampak perbuatan mereka terhadap korban bullying.

Ajarkan Anak Hal Baik Mulai dari Rumah 

Orang tua sebagai guru pertama bertanggung jawab memberikan pemahaman yang baik agar anak bisa menghindari perilaku bullying. Beberapa di antaranya;

  • Ajarkan rasa bersyukur atas kekurangan/kelebihannya.
  • Tidak ajarkan bentuk kekerasan.
  • Beri rasa aman dan nyaman selama di rumah.
  • Tanamkan rasa empati sejak dini.
  • Ajarkan rasa tolong menolong antarsesama.
  • Beri ruang anak untuk bercerita.
  • Berani berkata tidak untuk hal yang tidak nyaman.
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here