Musim Kekeringan

Bendung Katulampa di Bogor debetnya tinggal nol meter, karena kali Ciliwung kering penuh bebatuan.

KERINGNYA kas partai, Ketum bisa tugaskan menteri yang di kabinet cari dana di kementrian lewat staf khususnya. Lha kalau keringnya sungai dan pesawahan akibat musim kekeringan atau kemarau, paling-paling minta bantuan ke Pemda untuk dikirim truk-truk tengki bermuatan air. Tapi itu kan sekedar untuk kebutuhan air minum warga. Untuk sawah yang gagal panen karena kemarau panjang, paling mudah dan praktisnya hanya minta pada Allah Swt melalui salat Istiqa di alun-alun atau lapangan terbuka.

Bulan Oktober dimulainya musim penghujan masih 2-3 bulan lagi. Tapi sekarang di awal Agustus 2023 ini sudah muncul berita kekeringan di mana-mana. Di Jakarta Timur misalnya, pelanggan PAM yang dicatu  dari pusat penjernihan Gudang Air Pasar Rebo, hanya dapat aliran malam hari sekitar pukul 21:00 hingga pukul 04.00 bedug subuh. Siang hari sama sekali tak berfungsi. Untung saja warga masih banyak yang pakai air PAT (Produksi Air Tanah) alias pakai Sanyo. Atau mungkin pakai pompa kodok jika masih ada.

Di luar Jakarta kekeringan sudah melanda di berbagai wilayah Pulau Jawa, bahkan Indonesia Timur semisal Kabupaten Puncak (Papua Tengah) dan NTB. Pulau Jawa khususnya Gunung Kidul (DIY), itu cerita lama yang terus berulang. Ironisnya, anggaran bantuan kekeringan justru menurun. Jika tahun 2022 Pemda Gunung Kidul gelontorkan dana sampai Rp 700 juta, kini tinggal Rp 230 juta, 30 persen lebih sedikit.

Kekeringan juga melanda wilayah Jateng. Misalnya Desa Kendalsari, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten. Desa Bulurejo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Lalu warga Kelurahan Jabung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Termasuk juga Desa Pojok, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan. Sedangkan Jawa Timur meliputi: Jember, Lumajang, Pasuruan, Mojokerto, hingga Kota Batu

Beda dengan Wonogiri (Jateng) tepatnya daerah Kecamatan  Bulukerto. Berkat penghijauan yang dirintis Mbah Sadiman sejak 1990-an, di daerah ini sekarang terbebas dari kekeringan. Sekitar 100 Ha tanah Perhutani di Bukit Gendol dengan tlaten dia tanami ribuan pohon beringin, meski tanpa restu Golkar tapi dapat izin Perhutani. Hasilnya dirasakan puluhan tahun kemudian. Meski daerah lain pada teriak kekeringan, wilayah Bulukerta tetap tak kekurangan air berkat jasa Mbah Sadiman.

Yang unik adalah Bogor. Meski dikenal sebagai kota hujan, di wilayah kabupatennya kini kelabakan kekurangan air bersih. Setidaknya 7 kecamatannya dilanda kekeringan, yakni: Jonggol, Jasinga, Nanggung, Cibungbulang, Cijeruk, dan Cisarua. Sungai Ciliwung pun mengering, bahkan bendung Katulampa debetnya tinggal pada angka nol alias tak mengalir sama sekali. Padahal setiap musim penghujan bendung ini selalu dalam pantauan, karena bila debetnya  meninggi sampai 2.200 Cm, alamat Jakarta bakal terima banjir kiriman yang tidak online.

Di Kabupaten Lebak (Banten), musim kekeringan menyebabkan petani alih profesi jadi kuli bangunan. Ini terjadi di Kecamatan Maja. Sawah  kekeringan, sehingga tak bisa bertanam padi, padahal perut harus harus diisi makanan. Terpaksalah jadi kenek tukang batu pun jadi. Sebagai buruh tani kerjanya mengaduk-aduk sawah untuk dijadikan tempat bertanam padi, sebagai kuli bangunan mengaduk-aduk semen campur pasir untuk melayani tukang.

Kata pihak BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) kronologi kemunculan fenomena iklim El Nino hingga memicu kekeringan yang diprediksi mencapai puncaknya di akhir tahun. Tercatat sudah 63 wilayah Indonesia yang terdampak iklim El Nino. Apa itu El Nino? El Nino adalah merupakan peristiwa perubahan angin dan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang berdampak pada iklim global.

El Nino ini iklim yang tak bisa dihindari, karena lebih mudah menghindari Neno Warisman yang selalu berada di barisan oposisi. Bagi petani sih, tak peduli dengan apa itu iklim El Nino, yang penting bisa beradaptasi dengan kekeringan yang biasa terjadi setiap tahun. Biasanya menanam padi, kini giliran menyulap lahan sawahnya untuk menanam mentimun, tomat, atau melon. Bila produk atau panennya bagus bisa dijual dipasar sebagai sumber penghasilan sementara sampai musim penghujan datang lagi bulan Oktober.

Bagi kalangan petani, musim kekeringan sama saja musim peceklik karena penghasilan menurun drastis. Tapi di masa kecil penulis, musim kekeringan justru menjadi peluang mencari jangkrik di sela-sela tanah kering (tela) yang merekah. Ketika ayah baru selesai salat subuh pukul 05.00 pagi di langgar, penulis bersama teman-teman ramai-ramai ke sawah cari jangkrik untuk mainan. Mengadu jangkrik adalah hiburan anak kampung, sekaligus mainan yang tak perlu biaya. (Cantrik Metaram).

Advertisement