GWYNNEVILLE – Komunitas Illawarra Islam meminta perlindungan lebih ketat kepada polisi setelah adanya serangan yang terjadi di sebuah masjid Wollongong yang membuat dua orang terluka.
Atas kasus tersebut polisi telah menuduh seorang pria berusia 20 tahun sebagai pelakunya, setelah adanya kekerasanyang terjadi di luar Masjid Omar di Gwynneville pada Jumat (23/1//2017) malam pekan lalu.
Seorang pria yang melakukan intervensi kemudian dibawa ke rumah sakit dengan patah kaki, sementara yang lain, seorang siswa internasional dari Oman mengalami patah tangan.
Ketua Masjid Omar, Dr Munir Hussain, mengatakan properti di dekat University of Wollongong telah mengalami kerusakan dengan jendela pecah, padahal sebelumnya hal ini tidak pernah terjadi.
“Ini harus dibuat berita karena serangan bermotif rasial di komunitas Muslim”, ujarnya, seperti dilansir ABCnews, Selasa (24/1/2017).
“Kami prihatin untuk keselamatan kita dan kita ingin kehadiran polisi diperketat di jalan itu,” katanya.
Dr Hussain mengatakan sekitar 60 persen dari orang yang menggunakan masjid adalah mahasiswa internasional. Sebelumnya, menurutnya pernah ada sekelompok orang yang menjatuhkan selebaran di jalan di Gwynneville dan di Oak Flats dan memberitakan kebencian bagi umat Islam.
Sementara itu kini orang yang datang ke masjid di Wollongong diminta melaporkan insiden sekecil apapun kepada polisi.





