Nasib Anak Palestina, Menuntut Ilmu di Bawah Teror

Anak-anak Palestina sekolah di bawah ancaman militer Israel dan pemukim Yahudi Radikal. Foto : Pusat Informasi Palestina.

HEBRON – Nasib anak Palestina setip hari hidup dalam ancaman teror. Baru-baru ini 30 pelajar Palestina di sekolah dasar Hebron di Kota Tua Hebron, wilayah selatan Tepi Barat, dilukai oleg oleh para pemukim Yahudi dan pasukan penjajah Israel. Ini bukanlah peristiwa luar biasa dalam konteks penderitaan sehari-hari yang dialami para siswa sekolah-sekolah di Hebron, terutama di Kota Tua.

Teror dan kejahatan justru tiap hari mereka rasakan, terutama sekolah-sekolah di Cordoba, Yacoubia, Al-Faiha, Ziyad Jaber, Al-Uqizah, Ibrahimia, Khadija Abideen, Nahdha, Tariq Ibn Ziyad serta sekolah-sekolah lain di Kota Tua dan di daerah selatan Hebron. Karena sekolah-sekolah itu terletak dekat dengan komunitas pemukim-pemukim Yahudi di Kota Tua di Hebron.

Dalam serangan yang terjadi pada Kamis (21/2/2019), menurut kepala sekolah dasar Hebron, Numan Daana, para pemukim Yahudi Ofer, yang terkenal karena serangan-serangannya, dan sekelompok pemukim Yahudi lainnya, menyerang para siswa dengan granat gas air mata.

“Peristiwa ini mengerikan, para pemukim Yahudi menyerang sekolah-sekolah, di mana mereka adalah para ekstrimis radikal,” ungkap Amer al-Muhtasib salah seorang guru.

Ia menambahkan, “Para pemukim Yahudi entrim menghadang para siswa ketika mereka pergi ke sekolah atau pulang dari sekolah. Mereka melempari anak-anak tersebut dengan batu, kadang-kadang dengan bahan kimia pembakar atau benda peledak, yang menyebabkan ketakutan dan cedera, dan kadang-kadang mereka melepas anjing untuk mengejar anak-anak.”

Menurut Kepala Sekolah Cordoba Elementary School, Noura Nassar, sarana perjalanan para siswa di daerah ini sangat kompleks. Dia menyatakan bahwa para siswa dan guru-gurunya terpaksa melewati gerbang militer yang dikenal sebagai pos militer 56, yang memisahkan Area H1 dari H2. ), yang berdampak pada pemeriksaan dan dan keterlambatan.

Keberadaan Sekolah Cordoba di dekat permukiman Yahudi Dabawiya di jantung Kota Tua menjadi sebab sekolah ini terus menjadi target serangan para pemukim Yahudi. Kadang-kadang siswa diringankan oleh kehadiran tim relawan internasional yang bepergian bersama mereka. Namun dalam banyak kasus serangan itu tetap terjadi, paling tidak berupa pelecehan verbal dan umpatan hingga pemukulan dan serangan dengan beragam bentuknya.

Seperti dilansir Pusat Informasi Palestina, gerbang pos militer (56) adalah penghalang jalan para siswa ke sekolah Cordoba. Demikian juga gerbang pos pemeriksaan Abu Rais dan dan gerbang pos pemeriksaan (160) adalah penghalang jalan ke sekolah Ibrahimia dekat Masjid Ibrahimi.

Advertisement