Negara Arab Satukan Langkah Hadapi Israel

Negara-negara Arab akan menggelar KTT di Doha, Senin (15/9) untuk menghadapi langkah bersama menghadapi Israel (ilustrasi: Kompas TV)

NEGARA-negara Arab menyiapkan langkah keamanan bersama pasca serangan Iran ke pangkalan udara Amerika Serikat di Qatar Juni lalu dan serangan Israel ke Doha, Selasa (9/9).

CNN, Sabtu (13/9) melaporkan, Qatar sendiri, mengingat keterbatasan kemampuan militernya untuk membalas serangan Israel,  berjanji akan memberikan respons regional secara kolektif terhadap Israel.

Serangan rudal-rudal  balistik Iran menyasar fasilitas radar di pangkalan AU AS al-Udeid, sementara serangan udara Israel Selasa lalu menghancurkan markas perwakilan Hamas, menewaskan lima anggota sayap militer Palestina itu dan seorang pejabat keamanan setempat.

Saat terjadi serangan, para pejabat Hamas sedang mendiskusikan kesepakatan gencatan senjata baru yang diusulkan oleh AS untuk mengakhiri perang di Gaza, Palestina di mana Qatar berlaku sebagai mediator.

PM Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mengatakan tanggapan regional itu sedang dalam konsultasi yang akan dibawa dalam KTT darurat Arab-Islam yang digelar Senin, 15 Setember.

Al Thani juga mengatakan,  respons pemerintah Qatar ditempuh lewat jalur hukum in’tl l, tercermin dari lobi-lobi  pemerintah Qatar yang menghasilkan pernyataan bulat  DK PBB yang mengutuk serangan Israel.

Sikap berbeda juga ditunjukkan Uni Emirat Arab, negara yang memiliki hubungan paling dekat dengan Israel.

Presiden UEA Mohammed bin Zayed Al Nahyan langsung tiba di Doha kurang dari 24 jam setelah serangan untuk  membahas tanggapan atas serangan Israel, sebelum bertolak ke Bahrain dan Oman.

Pada Jumat (12/9), UEA juga memanggil salah satu diplomat Israel. Negara itu mengecam serangan Israel dan menyebutnya “mencolok dan pengecut”.

Perubahan sikap itu menjadi sorotan banyak pihak, termasuk pakar hingga analis regional. Asisten Profesor Sejarah di Kuwait University, Bader Al-Saif menilai negara-negara Arab akan bersatu demi menghadapi serangan Israel lebih lanjut.

“Kita perlu mengambil sikap sekarang karena jika tidak, negara-negara Teluk Arab lainnya akan menjadi sasaran berikutnya,” ujar Bader Al-Saif.

Turunkan level hubungan

Salah satu opsi dalam KTT Doha besok, menurut analis, adalah menurunkan hubungan diplomatik UEA dengan Israel dan mengurangi keterlibatannya dalam perjanjian normalisasi Abraham Accords.

UEA bahkan sudah mengisyaratkan rasa tidak puas terhadap Israel sebelum serangan di Doha. Pejabat senior UEA Lana Nusseibeh sempat memperingatkan rencana Israel mencaplok Tepi Barat akan menjadi “garis merah” yang mengkhianati Abraham Accords.

Presiden RI Prabowo Subianto juga langsung terbang ke Doha, Jumat lalu (12/9) untuk bertemu dengan Emir Qatar Sheik AL-Tani guna menyampaikan dukungan dan solidaritas RI.

Langkah yang diambil PM Israel Benjamin Netanyahu menyerang Doha kali ini yang bertujuan menghabisi potensi perlawanan Hamas di mana pun, agakya keliru, karena malah mempersatukan negara- negara Arab. (CNN/ns)

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here