Negara Uni Eropa Larang Masuk Wisatawan Asal Rusia

Ilustrasi Mariupol, kota industri baja di utara Ukraina, luluh lantak akibat gempuran Rusia dari darat, laut dan udara sejak 24 Feb. lalu. Sekitar 2.000 tentara dan warga sipil masih berrtahan di bawah tanah kompleks pabrik baja Azovstall.

JAKARTA – Negara-negara Uni Eropa yang berbatasan dengan Rusia,  menerapkan larangan masuk bagi wisatawan asal Rusia.

Selain Finlandia, empat negara Uni Eropa yang berbatasan dengan Rusia mulai menolak masuk wisatawan Rusia pada hari Senin (19/9), dengan alasan bahwa mereka tidak boleh bepergian saat Rusia melakukan invasi pada Ukraina.

Polandia, Estonia, Latvia dan Lithuania memberlakukan langkah-langkah pembatasan baru tersebut, sementara Finlandia memutuskan untuk tetap membuka pintunya bagi turis Rusia, meski sudah mengurangi jumlah janji temu konsuler bagi pelancong Rusia yang mendaftar visa.

Langkah ini merupakan langkah terbaru dari serangkaian sanksi dan langkah lain yang diambil Uni Eropa atau negara anggotanya semenjak Rusia menginvasi Ukraina 24 Februari lalu dalam apa yang disebut Moskow sebagai “operasi militer khusus.”

Uni Eropa sebelumnya telah melarang seluruh penerbangan dari Rusia dan hanya menyisakan jaringan transportasi kereta api dan jalur darat. Bulan ini, UE setuju untuk membatasi penerbitan visa zona Schengen gratis.

Dilansir Reuters, peraturan baru yang berlaku mulai Senin itu menyasar para wisatawan, namun mengecualikan warga Rusia yang membangkang pemerintahan Moskow dan mencari perlindungan di Uni Eropa, serta para pengemudi truk, pencari suaka, penduduk tetap negara-negara Uni Eropa, dan mereka yang ingin mengunjungi keluarga mereka.