Nelayan Jatim Diminta Waspada Gelombang Laut

Ilustrasi gelombang pasang/ Foto: saibumi.com

SURABAYA – Nelayan di Jawa Timur diimbau  Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak, untuk mewaspadai gelombang laut yang kurang kondusif.

Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak Eko Prasetyo menyatakan, gelombang laut di utara maupun selatan Jatim saat ini kurang kondusif sebagai dampak adanya pusat tekanan rendah di barat laut Australia.

“Saat ini ada pusat tekanan rendah atau tropical low di barat laut Australia yang berdampak terhadap perairan Indonesia, sehingga tinggi gelombang kurang kondusif untuk aktivitas pelayaran,” katanya di Surabaya, Sabtu (28/1/2017).

Pusat tekanan rendah atau tropical low di barat laut Australia tersebut saat ini belum hilang, tapi masih bergerak ke arah barat dan dampaknya dirasakan di perairan Indonesia.

Tinggi gelombang perairan Laut Jawa atau di utara Jatim saat ini berkisar 3-3,5 meter dengan kecepatan angin sekitar 50 kilometer per jam, sedangkan di selatan Jatim tinggi gelombang lebih tinggi, yakni berkisar 3,5 – 4 meter dengan kecepatan angin lebih dari 55 kilometer per jam.

Oleh karenanya, ia mengimbau masyarakat, terutama nelayan, untuk berhati-hati dan waspada saat beraktivitas agar tidak menimbulkan dampak yang merugikan. Sementara itu, cuaca di Jatim hari ini diperkirakan sebagian besar diguyur hujan.

“Sebagian besar wilayah Jatim hujan, khususnya kawasan pantai utara,” tuntasnya, dikutip dari Okezone.

Advertisement