Imlek, Dua Ibu ini Ngojek Payung di Wihara buat Dapat Angpao

Ilustrasi perayaan Imlek dengan kembang api/ Tribunnews

TANGERANG – Imlek atau Tahun Baru Cina identik dengan hujan, dimanfaatkan oleh dua wanita, Hamidah (40), bersama rekannya Titin (42), yang ngojek payung di Wihara.

“Kita dari pagi di sini. Udah tahu bakalan mendung, ya udah bawa payung. Eh, lumayan ada yang nyewa. Kan ngasihnya ada yang goceng (Rp 5.000), ada yang Rp 3 ribu. Kalau angpao, yang bagiin rata, kebanyakan Rp 2 ribu,” ucap Hamidah, di Wihara Petak Sembilandi Tangerang.

Hamidah sudah berada di lokasi sejak  pukul 07.00 WIB. Hingga siang ini, dia mendapat angpao Rp 25 ribu.

“Baru Rp 25 ribu, ini mah cuma buat ongkos pulang naik kereta. Tahun ini sepi kayaknya. Ramainya kata orang-orang tadi malam. Saya baru datang kan pagi. Biasanya dulu-dulu (tahun lalu) udah nginep. Kalau gitu, bisa dapat Rp 150 ribu lebih. Sekarang takut hujan aja,” jelas Hamidah yang sudah melakoni hal ini dari 4 tahun lalu.

Sementara Titin yang sehari-hari bekerja jadi buruh cuci di Tangerang, jauh lebih beruntung. Dia mengantongi uang Imlek hingga Rp 33 ribu, ditambah jasa ojek payungnya.

“Saya tadi enggak di sini aja (di halaman). Sempet keluar, ketemu orang, saya bilang Gongxi-Gongxi aja (selamat hari raya). Ada yang kasih Rp 2 ribu, kan lumayan. Ini ditambah nawarin payung. Ya, biar bawa duit banyak buat makan, beli daster di pasar, lumayan kan,” kata Titin, seperti dilansir Liputan6.com.

Advertisement