NEW DELHI – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dalam kunjungannya ke India bahwa dia kecewa oleh penolakan New Delhi untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.
New Delhi bergabung dengan lebih dari 120 negara bulan lalu untuk memilih sebuah resolusi yang menyerukan agar Amerika Serikat menolak pengakuannya terhadap Yerusalem al-Quds sebagai “ibukota” Israel.
“Tentu, saya kecewa,” Netanyahu, yang dalam kunjungan enam hari ke India, mengatakan pada hari Senin (15/1/2018).
Perdana menteri Israel tersebut juga telah kecewa dengan keputusan India untuk membatalkan kesepakatan senilai $ 500 juta untuk membeli rudal anti-tank dari Tel Aviv.
Meskipun demikian, Netanyahu berusaha untuk tetap menjalin kerja sama dan hubungan khusus dengan rekannya Modi dan mengatakan, “Kunjungan ini adalah bukti fakta bahwa hubungan kita bergerak maju di banyak bidang.” ujarnya.
Modi mulai menjabat pada tahun 2014 dan menjadi perdana menteri India yang duduk pertama yang mengunjungi Israel tahun lalu sebagai bagian dari rencananya untuk memperluas hubungan dengan Tel Aviv.
Kedua belah pihak juga berbagi kecerdasan dan melakukan latihan militer bersama. “Saya harap kunjungan ini bisa membantu menyelesaikan masalah ini karena menurut saya ada kemungkinan kita bisa mencapai solusi yang adil,” katanya, dilansir Press TV.




