Ngeri.. Perkosaan dan Kanibal Marak di Sudan Selatan

Sedang berlangsung pembersihan etnis di Sudan Selatan. Foto:Ist

SUDAN SELATAN (KBK) – Uni Afrika (AU) menuduh pasukan pemerintah dan pemberontak di Sudan Selatan melakukan kekerasan ekstrim terhadap warga sejak konflik meletus tahun 2013.

Sebuah komisi penyelidikan menemukan bukti adanya pembunuhan, penyiksaan, mutilasi dan pemerkosaan, sebagian besar terhadap warga sipil. Ditemukan juga unsur pemaksaan melakukan kanibalisme.

Meskipun kesepakatan damai antara pemberontak dan pemerintah sudah ditandatangani Agustus 2015 lalu, namun ketegangan antara kedua belah pihah sering terjadi.

Dalam laporan AU disebutkan, puluhan ribu orang tewas dan dua juta orang terpaksa mengungsi dari rumah mereka sejak perang saudara berlangsung sejak dua tahun yang lalu.

Komisi AU dipimpin Mantan Presiden Nigeria Olusegun Obasanjo, telah mengidentifikasi pelaku kekerasan dari kedua belah pihak.

Dokumentasi rincian tentang pembunuhan brutal, penculikan wanita dan kekerasan seksual dan pelanggaran lainnya, sebagian besar dilakukan terhadap warga sipil yang tidak ikut serta dalam pertikainan.

“Komisi percaya bahwa kejahatan perang yang dilakukan di Juba, Bor, Bentiu dan Malakal,” kata laporan itu mengacu pada kota-kota kunci terjadinya konflik.

Beberapa saksi di ibukota, Juba mengatakan kepada anggota komisi, bahwa mereka telah melihat orang dipaksa untuk minum darah dan memakan daging orang yang baru saja dibunuh.

“Mereka melihat pelaku menampung darah manusia dari orang-orang yang baru saja tewas dan memaksa orang lain dari satu komunitas etnis meminum darah dan memakan daging manusia yang terbakar,” ungkap saksi mata tersebut.

Seperti dilaporkan BBC, Kamis (29/10/2015) Komisi juga melaporkan telah menemukan beberapa tempat kuburan massal. Akhirnya komisi merekomendasikan lembaga internasional untuk mengadili mereka yang bertanggungjawab terhadap kekerasan yang tidak manusiawi tersebut.

Advertisement