Ngopi Susu IMZ Bahas Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Olah Sampah

JAKARTA  –  IMZ menggelar talkshow Ngobrol Inspirasi Suka-suka (Ngopi Susu) pada Selasa (24/5), dengan bertemakan  “Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Olah Sampah”, secara  live melalui Zoom dan juga YouTube.

Ngopi Susu IMZ merupakan agenda pro bono yang disusun untuk mendiskusikan isu-isu terkini atau populer dengan menghadirkan narasumber-narasumber yang kompeten di bidangnya.

“Masalah sampah merupakan hal yang harus dikelola secara baik. Di level rumah tangga, data statistik pada tahun 2019 menunjukkan angka 175.000 ton per hari sampah konsumsi yang dihasilkan di Indonesia. Saat sampah bisa disulap menjadi suatu hal yang berguna bahkan bisa menjadi objek pemberdayaan masyarakat tentu ini akan sangat impactful untuk kesehatan lingkungan. Menyadari akan hal ini, IMZ mengundang mas Aang dan juga mba Nurul di Ngopisusu IMZ kali ini, agar kita betul-betul teredukasi bagaimana mengelola sampah yang efektif” papar Riki, Supervisor Training IMZ dalam sambutannya.

Aang Hudaya selaku Co-Founder Gemar Rapi, Pegiat Zero Waste mengajak para peserta talkshow untuk mulai menerapkan ecofamily di lingkungan rumah masing-masing seperti hidup minimalis, mengelola sampah, berkebun, memanen air hujan, membuat sumur resapan, menggunakan filter air minum, membuat lubang biopori, membuat ecobrick, membuat ecoenzyme, membuat pupuk organik cair dan MOL, menggunakan pembersih alami, konsumsi makanan sehat hingga berhemat energi.

“Banyak hal yang bisa kita lakukan dalam memulai menjaga lingkungan, pemanfaatan sampah rumah tangga bisa menjadi salah satu prioritas kita, contoh sederhana adalah pemanfaatan cangkang telur. Cangkang telur bisa dijadikan campuran media tanam, mulsa alami hingga pengusir siput. Ya, dengan membersihkan cangkang telur dari sisa putih telur dan kuning telur, meniriskan hingga menjemurnya kemudian menghaluskan cangkang telur tadi dengan lumping/blender/chopper, kita bisa menggunakannya sebagai campuran media tanam tadi.” Jelas Aang dalam cuplikan materinya.

Sementara Nurul Chasanah, Humas Bank Sampah Induk Surabaya, selanjutnya memaparkan materi pada sesi II, beliau lebih fokus pada bagaimana sampah-sampah yang telah dipilah kemudian bisa menghasilkan nilai-nilai rupiah melalui Bank Sampah.

“Alur Pengumpulan Sampah Bank Sampah Induk Surabaya (BSIS) ini bisa dengan dua skema yaitu alur nasabah individu dan alur nasabah kolektif. Langsung menyetor ke BSIS bisa dilakukan melalui alur individu, namun jika hendak ditimbang dan dicatat oleh BSU maka bisa menggunakan alur kolektif.” Jelas Nurul.

Dia menambahkan, layanan yang diberikan oleh BSIS ini meliputi Jual Sampah, Tabung Sampah, Donasi Sampah, Jemput Sampah, Bayar Listrik dengan Sampah, hingga juga bisa menjadi Mitra Olah Sampah.

“Tentunya segala jenis kegiatan yang dilakukan tersebut sangat bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. Namun perlu diingat, bahwa yang paling penting dari aktivitas-aktivitas pengelolaan sampah yang dilakukan bukan hanya sebatas impact terhadap ekonomi masyarakat, jauh dari pada itu, lingkungan yang sehat, yang nyaman tentu akan membuat bumi yang kita pijak lebih betah untuk ditinggali” jelasnya, dikutip dari keterangan tertulis.

Advertisement