CALIFORNIA (KBK) – Ini kabar baik bagi pasien penderita kanker paru-paru, sebuah studi baru dari peneliti Stanford University, School of Medicine.
Hasil studi itu menyatakan, kini pasien kanker paru-paru tidak perlu lagi diambil jaringan tubuhnya yang terinfeksi untuk diteliti (biopsi) agar bisa mendapatkan terapi yang tepat.
Para peneliti sudah menciptakan sebuah sistem untuk mengisolasi sel-sel tumor yang beredar dari darah pasien kanker dan membaca beberapa gen dari dalam setiap sel tumor itu, yang memungkinkan mereka memperoleh informasi genetik tentang tumor kanker asli yang berada jauh di dalam paru-paru tanpa melakukan biopsi, yang bisa berbahaya bagi pasien.
Dikutip dari Xinhua, selama ini terapi kanker sering gagal setelah beberapa bulan, karena sel kanker berkembang resistensi terhadap pengobatan.
“Sekarang tanpa biopsi dan profil genetik, kami bisa memilih pilihan kedua atau ketiga untuk terapi dan berharap ia dapat bekerja dengan baik,” kata instruktur radiologi Seung-min Park, penulis utama studi tersebut yang dipublikasikan secara online di Prosiding National Academy of Sciences.





