
NEW DELHI – Pendeta Hindu India Sansari Ojha, 70, memenggal kepala Saroj Kumar Pradhan, 52, sebagai pengorban untuk menghentikan pandemi Covid-19.
Pendeta dari Kuil Brahmani Devi ini sangat meyakini ritual pengorbanan yang dia lakukan dapat menghentikan penyebaran Virus Corona.
Karena kelakuannya tersebut ia kini meringkuk di tahanan Polisi Narasinghpur, Cuttack, India, Jumat (29/5/2020)
Menurut Polisi, Pendeta Hindu dari daerah Bandhahuda di Odisha itu membunuh pria itu untuk persembahan kepada seorang dewi agar menghentikan wabah tersebut.
“Sebelum melakukan ritual, pendeta ini mengkonsumsi ganja,” jelas Polisi.
Dia memenggal kepala Pradhan dengan kapak, sekitar pukul 1 pagi waktu setempat.
Detektif Ashish Kumar Singh mengatakan Ojha mabuk berat pada saat itu dan menyerah kepada polisi pada hari yang sama setelah sadar.
Dia mengatakan Ojha mengklaim dia diperintahkan oleh seorang dewi dalam mimpinya untuk mengorbankan manusia untuk mengakhiri pandemi.
Alok Ranjan Ray, perwira polisi sub-divisi Athagarh, mengatakan: “Imam itu mengklaim bahwa ia melihat seorang dewi dalam mimpinya dan diminta untuk mengorbankan nyawa manusia untuk mengakhiri coronavirus.
“Karena itu, untuk menenangkan sang dewi, dia memenggal pria itu,” katanya kepada Gulf News.
Dikutip dari DailyMail, jasad Pradhan telah dikirim untuk otopsi dan senjata pembunuhan telah disita dari kuil.
Aktivis sosial Satya Prakash Pati kepada India Today mengaku tidak dapat dipercaya pada abad ke-21 ini, masih ada orang yang berperilaku biadab seperti itu.




