Rencana Inggris Karantina Setiap Pendatang Berantakan Setelah Ramai Penolakan

Pendatang ke Inggris. Foto : Camera Press/David Dyson

LONDON – Rencana Boris Johnson, Perdana Menteri Inggris untuk mengkarantina semua orang yang datang ke Inggris menjadi berantakan setelah mendapat penolakan dan kecaman publik.

Pejabat perbatasan dan pejabat kepolisian mengatakan sistem itu tidak dapat diterapkan. Anggota parlemen, termasuk mantan penasihat Boris Johnson, juga memperingatkan skema itu akan mencap Inggris sebagai negara tertutup dan tak boleh dikunjungi.

Sumber dari Pemerintah Senior mengatakan tadi malam, Jumat (30/5/2020) Johnson sedang bersiap-siap untuk mempermudah sebagian dari skema tersebut, atau bahkan menghentikannya sepenuhnya. Tadinya Johnson akan mengkarantina setiap yang datang ke Inggris selama 10 hari yang sebelumnnya juga disebutkan selama dua minggu.

Mantan sekretaris Partai Buruh, Lord Blunkett, berkata: “Saya tidak berpikir itu akan dapat ditegakkan. Semakin banyak pengecualian yang Anda berikan, kebijakan menjadi semakin tidak bisa dijalankan. Hal terbaik yang dapat dilakukan oleh Pemerintah adalah menyelesaikan ini secepat mungkin dan mengakui bahwa, mengingat tingkat infeksi kita saat ini, kemungkinan besar negara-negara lain ingin mencegah warga negara kita mengunjungi mereka daripada sebaliknya. ’

Dikutip dari DailyMail, sumber Downing Street mengatakan tadi malam: ‘Sistem karantina adalah cara melindungi virus yang masuk ke negara itu ketika tingkat penularan domestiknya rendah, tetapi kami tentu saja mempertimbangkan cara-cara di mana perjalanan ke negara lain dapat diizinkan jika aman untuk melakukannya. ‘

Advertisement