Operasional Haji 2024 Selesai, Jemaah Haji Meninggal Capai 461 Orang

Ilustrasi Pemakaman Baqi di Madinah/ CC Via Antara

JAKARTA – Operasional ibadah haji 1445 H/2024 M telah selesai. Kelompok terbang (kloter) terakhir jemaah haji Indonesia tiba di Tanah Air pada 22 Juli 2024. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menegaskan bahwa operasional ibadah haji tahun ini sudah berakhir.

“Alhamdulillah, seluruh tahapan sudah selesai dan saya nyatakan operasional haji 1445 H/2024 M berakhir. Dalam waktu dekat, kita akan menggelar evaluasi sekaligus memulai persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1446 H/2025 M,” terang Menag Yaqut dalam closing statement Sukses Haji 2024 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (25/7/2024).

Yaqut menambahkan, Arab Saudi sudah mengumumkan bahwa kuota haji Indonesia tahun 2025 sebanyak 221.000. Pada awal September 2024, sudah akan dimulai pertemuan persiapan dan rapat dengan perusahaan penyedia layanan.

Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama mencatat bahwa ada 461 jemaah haji Indonesia yang wafat di Arab Saudi pada operasional haji tahun ini, terdiri atas 441 jemaah haji reguler dan 20 jemaah haji khusus.

Proses pemberangkatan jemaah haji ke Tanah Suci berlangsung dari 12 Mei – 11 Juni 2024. Total ada 213.275 jemaah haji reguler yang diberangkatkan ke Arab Saudi.

“Ada 212.720 jemaah yang dipulangkan ke Tanah Air dalam 553 kloter. Hingga akhir operasional, ada 46 jemaah masih dirawat di Arab Saudi. Jemaah yang sakit tersebut akan terus dipantau oleh Kantor Urusan Haji (KUH) di Jeddah. Selama perawatan, jemaah tidak dikenakan biaya,” kata Gus Men, panggilan akrabnya.

Dari 461 jemaah yang wafat, sebagian besar meninggal di Makkah (353), dengan sisanya di Madinah (60), Mina (32), Arafah (6), dan Jeddah (10).

Mayoritas jemaah yang wafat berada pada rentang usia 71 tahun ke atas, mencapai 207 jemaah. Kemudian, rentang usia 61 – 70 sebanyak 149 jemaah, rentang usia 51 – 60 sebanyak 85 jemaah, dan rentang usia 31 – 50 sebanyak 20 jemaah.

Ada 441 jemaah haji reguler yang wafat. Mereka berasal dari 14 embarkasi pemberangkatan, dengan rincian sebagai berikut: 1) Banjarmasin (BDJ): 9 jemaah; 2) Balikpapan (BPN): 15 jemaah; 3) Batam (BTH): 29 jemaah; 4) Aceh (BTJ): 14 jemaah; 5. Jakarta – Pondok Gede (JKG): 45 jemaah; 6) Jakarta – Bekasi (JKS): 42 jemaah

Kemudian, 7) Kertajati (KJT): 28 jemaah; 8) Kualanamu (KNO): 22 jemaah; 9) Lombok (LOP): 7 jemaah; 10) Padang (PDG): 14 jemaah; 11) Palembang (PLM): 23 jemaah; 12) Solo (SOC): 80 jemaah; 13) Surabaya (SUB): 81 jemaah; dan 14. Makassar (UPG): 32 jemaah.

Sebanyak 20 orang lainnya yang wafat merupakan jemaah haji khusus yang berangkat melalui sejumlah Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).

“Kepada jemaah yang wafat, kita doakan semoga husnul khotimah dan keluarganya diberi ketabahan dan kesabaran,” tuturnya.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here