SUKABUMI – Guna menyelidiki kasus anak SDN Lengkoweng yang tewas setelah berkelahi dengan temannya, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menurunkan tim investigasi.
Diberitakan sebelumnya, SR (8) pelajar kelas II SDN Lengkoweng meninggal akibat berkelahi. Ketua Harian P2TP2A Kabupaten Sukabumi Elis Nurbaeti mengatakan pihaknya belum bisa menyebutkan penyebabnya karena itu wewenang Polres Sukabumi, apalagi masih pada tahap penyelidikan.
Menurut Elis, tim investigasi akan mencari fakta tentang penyebab terjadinya perkelahian kedua pelajar SD yang berada di Desa Hegarmanah, Kecamatan Cicantayan.
Selain itu, pihaknya akan memintai keterangan dari pihak sekolah, keluarga korban, dan anak yang berkelahi dengan SR.
“Apakah dalam kasus ini ada kelalaian dari pihak sekolah atau tidak? Masih dalam pengembangan tim, kemudian hasilnya akan dibuka ke publik dan diserahkan kepada pihak kepolisian dan Pemkab Sukabumi,” katanya, Rabu (9/8/2017).
Tim investigasi itu, lanjut dia seperti dikutip Antara, tidak hanya mencari bukti penyebab kematian SR yang merupakan warga Kampung Citiris, Desa Hegarmanah, tetapi juga untuk melakukan “traumatic hearing” kepada para pelajar.





