Paket Makanan Bergizi untuk Mahasiswa Rantau UIN

TANGERANG – Dompet Dhuafa melalui lembaga pelayan masyarakat menggulirkan bantuan makanan jadi untuk ratusan mahasiswa rantau Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah Jakarta.

Program digulirkan berkat kerja sama dengan Social Trust Fund (STF) UIN Jakarta, dan Warung Sunda Mang Sadi, serta Warung Sunda Teh Yani, dan dibagikan bagi mahasiswa yang telah terdaftar namanya melalui online, secara bergantian dapat mengambil jatah makan pagi dan sore di kedua warung tersebut.

“Alhamdulillah dengan adanya bantuan ini, sangat membantu kami di tengah pandemik Corona. Karena semua aktivitas perkuliahan berganti online dan tidak bisa pulang kampung setelah ada pembatasan. Jadi, banyak dari kami mahasiswa rantau, tetap bertahan di kost. Ini lebih dari cukup untuk memenuhi gizi harian kami,” jelas Abdul Qadir, Mahasiswa UIN Jakarta yang menjadi salah satu penerima manfaat program tersebut, saat ditemui di Warung Sunda Mang Sadi, Rabu (1/4/2020).

Kedua warung tersebut sejak Senin 30 Maret 2020 hingga sepekan kedepan (evaluasi pertama), menyediakan nasi lengkap dengan lauk-pauk, buah dan juga vitamin. Setidaknya sekali makan di tiap harinya, kedua warung menyediakan peket tersebut untuk sekitar 240 mahasiswa, baik pagi maupaun sore.

Senada, Sarjan, Mahasiswa UIN asal Bima, Nusa Tenggara Barat, juga mengatakan program ini sangat membantu sekali  untuk mahasiswa rantau seperti dirinya.

“Perkuliahan terhenti, mau pulang kampung ke Bima juga sudah susah aksesnya. Sambil menjalani perkuliahan online di kost, kami-kami juga kesulitan untuk akses makan. Dengan bantuan ini, kami dapat menikmati santapan bergizi, lengkap dengan buah dan vitamin,” ungkapnya, dilaporkan Taufan YN.

Selain memberikan bantuan paket makanan bergizi kepada mahasiswa rantau, tentu program kolaborasi Dompet Dhuafa dan STF UIN Jakarta, juga menjadi penggerak perekonomian warung rakyat yang kini sepi pembeli. Sehingga ada dua penerima manfaat dari bergulirnya program tersebut. Pertama manfaat bagi mahasiswa dan kedua bagi pemilik warung.

Advertisement