Pakistan: Kisruh Jelang Pemilu

Pemilu Pakistan yang digelar Rabu, 25 Juli diwarnai intrik-intrik politik dan pemboman seperti terjadi di kota Mastung, Balukistan (13/7) yang menewaskan 149 orang

HARI “H” pemilu Pakistan yang digelar Rabu, 25 Juli masih diwarnai saling tuding antara tokoh Partai Liga Muslim Pakistan-Nawaz (PML-N) Nawaz Sharif dengan pihak intelijen militer (ISI) yang dituduh ikut mengintervensi peradilan terhadap mantan perdana menteri itu.

Mahkamah Agung juga telah melakukan investigasi atas tuduhan Pengdilan Tinggi Islamabad terkait keterlibatan ISI dalam proses peradilan terhadap Sharif yang dilarang beraktivitas politik seumur hidup dan saat ini mendekam di bui bersama puterinya, Maryam, atas tuduhan korupsi.

Hakim PT Islamabad Shaukat Aziz Siddiqui dalam pernyataan sebelumnya menyebutkan, ISI sepenuhnya terlibat dalam upaya memanipulasi proses peradilan dengan mendesak pengadilan untuk tidak melepaskan Sharif dan Maryam sampai setelah pemilu berlangsung, padahal partai PML-N yang dipimpinnya bersaing ketat dengan kelompok oposisi Tehreek-e-Insaf (PTI) yang dipimpin oleh Imran Khan.

Sharif dan puterinya yang masing-masing dihukum penjara 10 dan tujuh tahun atas tuduhan korupsi dicokok aparat keamanan setelah mendarat di Pakistan sepulangnya dari London, 13 Juli lalu. Kepulangan mereka semula untuk merevitalisasi PML-N yang dipimpin adik Sharif, Shabaz Sharif untuk bertarung dalam Pemilu.

Sejak digulingkan dari kekuasaan, Sharif memang terlibat konfrontasi terbuka dengan otoritas kemanan Pakistan yang dianggapnya mengekang perkembangan demokrasi dan menjalin hubungan dengan kelompok militan.

Hingga saat ini, mau tidak mau militer memang institusi paling kuat di negara itu yang pernah memerintah di separuh era sejak sejarah kemerekaan Pakistan pada 1947.

Namun di tengah tudingan melakukan pengekangan terhadap media, penekanan terhadap politisi serta memanipulasi perolehan suara PML-N, militer membantahnya dengan menyatakan bahwa mereka tidak memiliki peran langsung dalam Pemilu.

Sejarah kelam politik Pakistan yang diwarnai konflik, perang melawan Thaliban dan sejumlah pembunuhan terhadap pemimpin mereka semoga tidak terulang lagi.
(Reuters/AP/AFP/NS)

Advertisement