Palang Merah Internasional Desak Myanmar Buka Akses ke Daerah Konflik di Rakhine

Ilustrasi patroli Tentara Myanmar di pengungsian Rohingya di Rakhine/ VOA

YANGON – Komite Palang Merah Internasional (ICRC) telah meminta Myanmar untuk membiarkan pekerja bantuan mendapatkan akses kepada orang-orang yang terjebak dalam konflik di Rakhine.

Presiden ICRC, Peter Maurer mengatakan jika pihak berwenang telah memblokir ICRC dari daerah-daerah yang berada di bawah kendali pasukan etnis minoritas.

“Kami ingin memiliki akses ke semua orang yang membutuhkan untuk membantu kemudahan sesuai kebutuhan,” katanya, kepada wartawan di Yangon, seperti diberitakan Reuters, Kamis (11/5/2017).

Maurer mengunjungi negara bagian Rakhine di bagian barat laut, di mana dia mengunjungi kamp-kamp yang didirikan hampir lima tahun yang lalu untuk menampung orang-orang yang kehilangan tempat tinggal akibat bentrokan komunal antara Muslim Rohingya dan umat Buddha Rakhine.

Dia tidak mengunjungi bagian utara negara tersebut, di mana sebuah operasi keamanan diberlakukan menanggapi serangan gerilyawan pada bulan Oktober yang membuat  74.000 orang melarikan diri ke Bangladesh.

 

Advertisement