
TEPI BARAT – Kementerian Luar Negeri Palestina mengatakan Palestina telah meminta Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO) untuk melindungi Masjid Ibrahimi di kota Hebron.
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Selasa (4/12/2018), kementerian itu mengatakan para pemukim Israel mendirikan kandil di atap masjid Ibrahimi pada hari Senin selama perayaan hari raya Yahudi Hannukah.
Ia juga mengatakan para pemukim menginvasi masjid dengan mendirikan tenda di dalamnya dan melakukan ritual Yahudi.
“Eskalasi permukiman sistematis ini mengabaikan keputusan UNESCO, dan Palestina menuntut penghentian penargetan situs arkeologi dan agama di wilayah Palestina,” tambah pernyataan tersebut, dikutip Anadolu.
Kementerian Palestina meminta komunitas internasional dan organisasi internasional yang relevan untuk “bertindak cepat untuk melindungi tempat-tempat suci.”
Komite Warisan Dunia yang berafiliasi dengan UNESCO pada Juli 2017, menyatakan masjid Ibrahimi sebagai situs warisan dunia Palestina.
Sementara Pemerintah Israel sudah melakukan pelarangan adzan di Masjid Ibrahimi dari sebanyak 645 kali pada tahun 2017.
Setelah pembantaian 1994 terhadap 29 jamaah Palestina di dalam masjid oleh pemukim Yahudi ekstremis Baruch Goldstein, pemerintah Israel membagi kompleks masjid antara jamaah Muslim dan Yahudi.



