Palestina Ingin Jalin Kerjasama Wisata Religi dengan Indonesia

Palestina ingin kerjasama wisata religi/ Antara
SRAGEN – Dalam rangka peningkatan sektor wisata, Palestina ingin bekerjasama dengan Indonesia terutama dalam pariwisata religi dan purbakala.
Hussein T. Madina, seorang archaeobotanist asal Palestina, salah satu dari 11 warga Palestina yang menjadi peserta Pelatihan Internasional tentang Pariwisata dan Kepurbakalaan yang diselenggarakan Direktorat Kerja Sama Teknik Kementerian Luar Negeri RI, mengatakan keinginannya, Kamis (23/3/2017) di Sragen, Jawa Tengah.
Dalam pelatihan itu, Palestina mengirim 11 orang yang bekerja di bidang pariwisata dan arkeologi untuk dapat mempelajari pengalaman Indonesia dalam mengelola situs-situs kepurbakalaan untuk sektor pariwisata.
Hussein yang juga bekerja untuk Komisi UNESCO untuk Palestina mengatakan di wilayah Tepi Barat  ada ratusan situs arkeologi. “Kami mencoba untuk mengembangkan sejumlah situs arkeologi yang bersejarah, seperti tembok Yerikho yang merupakan situs warisan dunia,” ujar Hussein, mengutip Antara.
Menurut Hussein, Palestina saat ini berupaya meningkatkan jumlah wisatawan yang masuk ke negaranya, dengan mempromosikan wisata religi, khususnya untuk umat Muslim, Kristen, Katolik, dan Yahudi.
Dia pun mengajak warga Indonesia untuk berkunjung ke situs-situs religi dan bersejarah di Palestina.
 “Misalnya, untuk warga Kristen dari Indonesia bisa mengunjungi situs-situs menarik di Yerusalem, Betlehem, dan Hebron,” ucap Hussein.
Bagi masyarakat Indonesia yang ingin berkunjung ke Palestina, namun persoalan keamanan dan visa kerap menjadi persoalan yang menghambat, menurutnya dapat melalui Yordania karena hanya membutuhkan dua jam perjalanan darat dari Amman.
Advertisement