
YERUSALEM – Palestina telah mengutuk relokasi kedutaan Paraguay ke Yerusalem dan menyerukan dunia Arab untuk memboikot negara-negara yang mengikuti kebijakan Amerika.
AS memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem pada tanggal 14 Mei dan Guatemala adalah yang pertama kali mengikutinya dan meresmikan misinya di sana dua hari kemudian.
Paraguay juga membuka misinya di kota yang diduduki pada hari Senin (21/5/2018), dimana peresmian dihadiri Presiden Horacio Cartes dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Kementerian Luar Negeri Palestina menggambarkan peresmian kedutaan Paraguay di Yerusalemsebagai tindakan ilegal, tindakan agresi terhadap rakyat Palestina, pelanggaran terhadap resolusi PBB yang relevan, dan ketundukan serta suap kepada Amerika dan Israel.
Selain itu, sekretaris jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) mengecam langkah Paraguay dan menyerukan boikot Arab terhadap negara-negara yang memindahkan kedutaan mereka ke Yerusalem. Saeb Erekat menyebut presiden Paraguay sebagai “pemimpin politik yang tidak bertanggung jawab” yang telah menentang hukum internasional. “Dengan membuka kedutaannya di Yerusalem, Paraguay melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB 478 serta martabat orang-orang Amerika Latin yang telah berjuang untuk kebebasan dan keadilan melawan dominasi dan penindasan,” kata Erekat, dikutip Press TV.
Selain itu, sekretaris jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) mengecam langkah Paraguay dan menyerukan boikot Arab terhadap negara-negara yang memindahkan kedutaan mereka ke Yerusalem. Saeb Erekat menyebut presiden Paraguay sebagai “pemimpin politik yang tidak bertanggung jawab” yang telah menentang hukum internasional. “Dengan membuka kedutaannya di Yerusalem, Paraguay melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB 478 serta martabat orang-orang Amerika Latin yang telah berjuang untuk kebebasan dan keadilan melawan dominasi dan penindasan,” kata Erekat, dikutip Press TV.




