PALU – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memasang 20 unit sensor gempa di seluruh wilayah Provinsi Sulawesi Tengah hingga ke bagian tenggara.
Deputi Bidang Geofisika BMKG Muhammad Saldy mengatakan alat tersebut dipasang sampai 40 hari ke depan.
Sensor tersebut dipasang di seluruh sesar-sesar yang aktif di Palu, sampai ke bagian tenggara, untuk mendapatkan informasi pergerakan sesar tersebut.
Ke depannya, pihaknya akan terus menambah sensor tersebut, agar dapat mendeteksi gempa-gempa kecil.
Selain itu, BMKG telah melakukan survei untuk peta inundasi tsunami, atau seberapa jauh air laut masuk ke darat dan seberapa tinggi gelombang tsunami tersebut.
Hasil survei tsunami dari 18 lokasi yang dilakukan BMKG, diketahui lokasi tsunami tertinggi 10,67 meter berada di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Sulteng.
Kemudian, lokasi jarak genangan tsunami terbesar 468,8 meter berada di seputaran Hotel Mercure, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Timur.
“Kami memonitor gempa tiap hari, yang di atas atau pun di bawah 5 Skala Richter (SR) untuk seluruh Indonesia,” jelasnya, dikutip Antara.
Hasil pemantauan kemudian didiseminasikan melalui BPBD atau diseminasi multimode baik melalui SMS, media sosial hingga aplikasi BMKG yang ada di play store untuk pengguna ponsel pintar.
Dia berharap dengan informasi itu, dapat langsung diakses masyarakat dan dapat mengambil tindakan secepatnya, seperti melakukan evakuasi secara mandiri.





