MUSAN – Laporan UNICEF mengatakan bencana banjir yang belum lama ini melanda Korea Utara menyebabkan puluhan ribu warga kehilangan tempat tinggal dan kasus gizi buruk serta penyakit melonjak.
“Tingkat kerusakan (akibat banjir) sangat mencengangkan,” ujar Anil Pokhrel, pejabat UNICEF yang meninjau lokasi bencana di Musan, wilayah perbatasan dengan China yang dipisahkan oleh Sungai Tumen.
Kasus penyakit dan gizi buruk yang mengalami lonjakan berdasarkan laporan sejumlah klinik yang menginformasikan jumlah anak yang membutuhkan bantuan meningkat dua kali lipat dibandingkan sebelum bencana melanda.
Atas hal tersebut petugas bantuan membagikan selai kacang kepada anak-anak, yang digunakan untuk mengatasi gizi buruk akut dan memperingatkan bahwa jumlah kasus gizi buruk akan melonjak drastis jika tidak ada uluran bantuan.
“Ada kebutuhan yang sangat untuk akses yang layak dan baik untuk makanan, gizi, air bersih, kesehatan, dan fasilitas sanitasi yang layak,” kata Pokhrel, seperti diberitakan Antara, Rabu (21/9/2016).
Sedikitnya 138 warga tewas dan ratusan orang lainnya hilang setelah hujan lebat memicu bencana banjir di wilayah utara negara tersebut, sementara tim penyelamat baru dapat menjangkau wilayah terpencil yang dilanda bencana tragis tersebut.
Negara miskin itu, rentan terhadap bencana alam khususnya banjir, sebagian karena deforestasi dan infrastruktur yang buruk.





